Selasa, 30 November 2021 11:33

Amran Ubah Aturan: Tak Punya Kartu Vaksin, Warga Miskin tak Dapat Bansos

Rapat koordinasi Pemkab Wajo dan jajaran Forkopimda, di ruang pola kantor bupati, Senin (29/11/2021).
Rapat koordinasi Pemkab Wajo dan jajaran Forkopimda, di ruang pola kantor bupati, Senin (29/11/2021).

Termasuk menerapkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2021, yakni tidak atau menunda pemberian bantuan kepada yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Bupati Wajo Amran Mahmud memperketat aturan penyaluran bantuan bagi warga miskin di masa pandemi. Warga yang tak bisa menunjukkan kartu vaksin tak akan diberi bantuan sosial.

Poin ini disepakati dalam rapat koordinasi Pemkab Wajo dan jajaran Forkopimda, di ruang pola kantor bupati, Senin (29/11/2021). Beberapa kesepakatan diputuskan untuk menindaklanjuti instruksi pemerintah pusat, yakni realisasi vaksinasi minimal 70% di akhir Desember 2021.

Bupati Wajo, Amran Mahmud yang memimpin rapat koordinasi, menuturkan, berbagai langkah akan ditempuh untuk memenuhi target realisasi vaksinasi. Termasuk menerapkan Peraturan Presiden Nomor 11 Tahun 2021, yakni tidak atau menunda pemberian bantuan kepada yang tidak bisa menunjukkan sertifikat vaksin.

Baca Juga

Selain itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wajo kini bekerja sama dengan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat dengan memberikan hadiah undian umrah dan undian SIM gratis kepada masyarakat yang sudah mendapatkan vaksin dosis 1 dan 2.

"Kita targetkan minimal sekali 70 persen plus 1 di tanggal 31 Desember 2021. Target ini menjadi syarat utama untuk pengundian hadiah umrah untuk 2 orang dan SIM gratis untuk 30 orang yang kita janjikan bersama Kapolres (Wajo) dan jajaran Forkopimda," ucap Amran Mahmud.

Dalam rapat itu, Amran juga meminta kepada Kepala Dinas Pendidikan agar pelajar tingkat SD dan SMP yang telah tercatat dan memenuhi syarat sebagai target vaksinasi untuk dilakukan vaksinasi. Pelajar tidak diizinkan untuk mengikuti pembelajaran tatap muka (PTM) sampai telah mendapatkan vaksinasi.

Sementara, untuk tingkat SMA dan SMK atau sederajat, akan dikoordinasikan dengan Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah IV Kabupaten Soppeng-Kabupaten Wajo untuk dibantu disampaikan ke Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulsel.

"Untuk pasar dan pusat perbelanjaan, kita akan minta penjual untuk menunjukkan sertifikat vaksinasi, begitu juga pengunjung. Demikian juga sektor-sektor lainnya kita akan minta seperti itu," tegas Amran.

Amran Mahmud menekankan, semua ini dilakukan berdasarkan regulasi dan petunjuk dari pemerintah pusat. Terlebih, berdasarkan data terakhir capaian vaksinasi Wajo untuk dosis 1 baru sebanyak 41,8 dan kini berada pada urutan ke 15 dari 24 kabupaten/kota sesuai data KCPEN.

"Ini juga sebagai upaya kita untuk mencapai kekebalan menyeluruh untuk masyarakat Wajo agar bisa berdampingan dengan COVID-19," tutur Amran Mahmud.

Amran pun meminta kepada seluruh jajaran Satgas Penanganan COVID-19 untuk terus memasifkan vaksinasi.

"Terima kasih atas kerja keras, usaha, dan kebersamaan kita semua. Mari kita terus genjot vaksinasi ini agar bisa mencapai target yang telah ditetapkan. Tetap semangat," serunya.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Wakapolres Wajo, Kas Dim 1406 Wajo, Kasi Intel Kejari Wajo, para kepala perangkat daerah, camat, kepala desa, lurah, serta jajaran Satgas Penanganan COVID-19 Wajo. Sementara, secara virtual diikuti para Kapolsek, Danramil, Kepala UPTD puskesmas se-Wajo, serta undangan lainnya.

Penulis : Andi Erwin
Editor : Muh. Syakir
#Bupati Wajo Amran Mahmud #Vaksinasi #Kartu Vaksin
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer