Prostitusi Anak Meningkat di Makassar, Ada Remaja 15 Tahun jadi Mucikari
Mereka rata-rata masih berusia 12-19 tahun. Bahkan ada yang sudah terjerumus sangat jauh.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kasus prostitusi online anak di Makassar menunjukkan tren memprihatinkan. Yang lebih mencengangkan karena ada anak ikut menjadi mucikari.
"Ini mengkhawatirkan. Selama pandemi terlihat angka anak yang terlibat prostitusi online sangat tinggi," terang Kepala Dinas Pemberdayan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2A) Kota Makassar, Achi Soleman, Jumat (3/12/2021).
Menurut Achi, yang lebih miris karena ada anak yang ikut menjadi mucikari. Mereka terlibat menjajakkan temannya sendiri.
"Saya dengar ada temannya sendiri yang pasarkan dia. Ini memprihatinkan sekali," ujarnya.
Kurangnya kegiatan pada anak selama pandemi menjadi salah satu faktor yang membuat mereka ikut terjerat dalam prostitusi online. Selain itu, faktor ekonomi juga memberi andil besar.
"Termasuk juga penelantaran anak oleh orang tua. Bisa saja korban penelantaran anak oleh orang tua termasuk juga penelantaran ekonomi. Makanya yang namanya siklus kemiskinan akan begitu terus kalau mereka tidak diperhatikan hak-haknya," jelas Achi.
Achi menyebut, mereka rata-rata masih berusia 12-19 tahun. Bahkan ada yang sudah terjerumus sangat jauh. Dalam artian aktif dalam praktik prostitusi.
"Memang butuh perhatian orang tua lebih ekstra terhadap anaknya. Penjagaan anak itu juga menjadi kewajiban orang tua bersama masyarakat. Kalau ada yang mengetahui hal seperti itu, laporkan, supaya tidak berlanjut," terangnya.
Ia berharap, masyarakat secara bersama-sama melihat fenomena yang terjadi pada anak-anak. Peran para pengusaha perhotelan menuru Achi, juga sangat dibutuhkan untuk mencegah terjadinya kasus prostitusi anak.
Perhotelan harus melakukan pengawasan dengan menjaring anak-anak di bawah umur untuk tidak memperbolehkan masuk di dalam hotel bersama seorang lelaki.
"Dalam hal ini hotel juga harus bisa menjaring. kalau dia masih di bawah umur jangan dimasukkan ke dalam hotel. Kalau begini kan tanpa mereka sadari sudah masuk dalam ranah kekerasan seksual, yang tanpa mereka sadari itu akan merusak masa depannya termasuk alat reproduksinya," katanya.
Diketahui, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) bersama Dinas Sosial (Dinsos) Makassar dan Polrestabes Panakkukang belum lama ini menemukan anak di bawah umur terlibat prostitusi online pada 27 November 2021 lalu.
Mereka menemukan 17 pasangan muda mudi bukan pasangan suami istri, delapan laki-laki dan sembilan perempuan.
Tiga orang perempuan merupakan Pekerja Seks Komersial (PSK) yang masih di bawah umur, berusia 12-15 tahun.
"Merazia 8 pasang dan ada 3 Wanita PSK dibawa umur masing-masing 1 PSK usia 12 tahun, 2 PSK usia 15 tahun. Kita dapat mucikarinya usia 15 tahun," ujar Kepala Dinsos Makassar, Muhyiddin.
Tiga PSK yang di bawah umur dirujuk dan akan direhabilitasi di panti Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) milik Pemprov Sulsel.
"Selanjutnya 3 PSK di bawah umur kami rujuk untuk direhab di Panti PSKW Mattiro Deceng di sana kewenangan provinsi. Dia akan direhab karena di bawah umur," katanya.
Muhyiddin mengatakan, menurut pengakuan ketiga PSK di bawah umur tersebut, mereka merupakan siswa SMP yang telah putus sekolah. Pengaruh keluarga juga menjadi salah satu faktor mereka melakukan pekerjaan haram tersebut.
"Anak ini masih usia SMP dia mengaku putus sekolah. Ada pengaruh dari keluarga juga, ada yang mengaku ditelantarkan oleh keluarganya. Ada yang sudah meninggal orang tuanya dan saudaranya sudah menikah semua," jelasnya.
Sementara satu mucikari yang ditemukan berusia 15 tahun telah diserahkan ke Polrestaber Makassar untuk melakukan pengembangan kasus anak dibawah umur yang terlibat prostitusi.
"Sementara sudah kita serahkan ke polrestabes koordinasi dengan perlindungan anak, yang kita utamakan pengembanganya apa lagi dibawah umur. Kita sita hp dan identitasnya sudah kita kantongi," terangnya
"Kami tidak akan berhenti karena kami akan terus melakukan pengembangan kasus ini. Apalagi menurut pegakuan mereka bahwa ada beberapa temanya lagi seperti itu. Makanya kita akan kembangkan," tambahnya.
