Redaksi : Jumat, 11 September 2020 16:49
Bupati Toraja Utara Kalatiku Paembonan

TORUT, PEDOMANMEDIA - Kabupaten Toraja Utara satu-satunya daerah di Sulawesi Selatan  berhasil mempertahankan status zona hijau selama pandemi Covid-19.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan (GTPP) Covid-19 Toraja Utara, Kalatiku Paembonan membeberkan kinerja pemerintah saat awal menghadapi pandemi virus Corona yang melanda Indonesia.

Kalatiku menyampaikan saat dimulainya penanganan pandemi Covid-19 mulai tanggal 16 Maret 2020 lalu.

Sebab, muncul kepanikan dari rakyat sehingga digerakkanlah kewaspadaan dan kepatuhan penerapan protokol kesehatan.

Lanjut orang nomor satu di Toraja Utara itu mengatakan, terutama mengelontarkan budaya menggunakan masker.

Pemerintah daerah memesan di ratusan usaha penjahit yang mengalami kekurangan orderan dan bantuan masker dari banyak pihak.

“Tempat cuci tangan ditempatkan dimana-mana, kesadaran warga juga membuat tempat cuci tangan di depan rumah hingga warung makan, hingga kantor pemerintahan sehingga muncul partisipasi masyarakat,” ucapnya, Jumat (11/9/2020).

Kemudian, dikatakan Kalatiku saat awal pandemi Covid-19 muncullah para relawan dan sinergitas pemerintah pembatasan kendaraan masuk di dua perbatasan, serta pemeriksaan identitas dan kesehatan suhu badan diperketat.

“Terpenting saat itu menerapkan stay at home dan ternyata warga bosan dirumah, sehingga saya langsung perintahkan Dinas Pertanian bagikan bibit secara gratis ke warga dan terjadilah kemandirian holtikultura,” tambah Kalatiku.

Dijelaskan gerakan massal penanaman holtikutura dari rakyat dan hasilnya dinikmati, tidak ada pembatasan bibit untuk warga yang mau, baik itu bibit tanaman dan ikan.

Sehingga Bupati Kalatiku diminta pemerintah pusat mengirim testimoni dari inovasi gerakan penanaman ditengah pandemi dilakukan itu.

Kalatiku mengatakan dari hasil penanaman sayuran itu dikonsumsi pula rakyat yang membuat imun tubuh kuat tidak mudah terkena virus Covid-19, dan gerakan penanaman itu adalah hasil spontanitas rakyat.