Jumat, 10 Desember 2021 17:22

Garap Kelas Menengah, IMB Property Siapkan 500 Hunian Baru

Direktur Utama IMB Group, Andi Rahmat Idris Manggabarani, memberi keterangan soal proapek properti, Jumat (10/12/2021).
Direktur Utama IMB Group, Andi Rahmat Idris Manggabarani, memberi keterangan soal proapek properti, Jumat (10/12/2021).

Ia melihat, sektor ini akan bangkit lebih cepat. Hanya saja memang butuh strategi agar sasaran pasar lebih pas.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - IMB Property menyiapkan sedikitnya 500 unit hunian baru untuk menyasar pangsa kelas menengah. Hunian dengan konsep modern ini ditawarkan cukup kompetitif. Di bawah Rp1 miliar.

"Animo masyarakat terhadap hunian pada kelas harga tersebut sangat tinggi. Ini pangsa yang paling menjanjikan di tengah pandemi," ujar Direktur Utama IMB Group, Andi Rahmat Idris Manggabarani, Jumat (10/12/2021).

Menurut Rahmat, ada sembilan proyek yang akan dibuka. Namun IMB Property memilih fokus pada 3 proyek, yang tengah digagas menyongsong tahun 2022. Ketiganya yaitu di Cluster Pelangi, Modern Estate, dan Pesona Alam Sejahtera.

Baca Juga

"Pandemi membuat kita menjadi lebih kreatif. Kita berpikir lebih ekstra tentang pasar yang mana harus kita sasar dan mengharuskan kita untuk fokus di pasar yang ingin kita garap," katanya.

Ia mengakui, saat ini tidak bisa lagi menggarap seluruh pasar yang ada di market. Selain akan membuang biaya dan waktu, akhirnya hasilnya juga tak begitu progresif.

"Jadi lebih baik fokus pada satu market. Saat ini market yang paling diminati dan paling besar adalah rumah dengan harga di bawah Rp1 miliar," jelas Ketua HIPMI Sulsel ini.

Andi Rahmat juga menilai, market terbesar yang ada di Sulsel berada pada harga tersebut, (di bawah Rp1 miliar). Itulah sebabnya pengembang ramai-ramai menggarap segmen ini.

IMB Property tak ingin kehilangan momentum. Rahmat berharap bisa maksimal menyasar pangsa ini agar tetap survive.

"Ke depan di tahun 2022, kita tetap akan fokus di kelas seperi itu sembari menggarap perumahan kelas atas atau mewah," ujarnya.

Meski mengakui seluruh bisnis memang sempat drop saat pandemi Covid-19 melanda, namun untuk beberapa sektor, hanya membutuhkan waktu lebih pendek untuk beradaptasi. Salah satunya sektor properti.

Ia melihat, sektor ini akan bangkit lebih cepat. Hanya saja memang butuh strategi agar sasaran pasar lebih pas.

"Untuk penjualan otomotif dan property memang sempat terjadi penundaan di awal tahun. Tetapi untuk rumah karena memang kebutuhan primer, cepat atau lambat pasti akan tumbuh dan stabil kembali. Alhamdulillah di semester kedua tahun 2021, sudah mulai baik. Bahkan posisi sekarang semakin meningkat terus," jelasnya.

Penulis: Elien Marlina

Editor : Muh. Syakir
#IMB Properti #Sektor Properti #Masa Pandemi
Berikan Komentar Anda