MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Erwin Aksa kembali melancarkan kritik kepada calon Wali Kota Makassar incumbent Moh Ramdhan Pomanto (Danny). Kali ini Erwin menyoroti proyek RS Batua yang mangkrak.
"RS Batua ini mangkrak sudah dua tahun. Sekarang dalam penyidikan. Ada kerugian negara sekitar Rp 7 miliar. Itu yang saya dengar," ujar Erwin dalam sebuah video berdurasi 2 menit 50 detik. Dalam video itu tampak Erwin berada di lokasi RS Batua di Jalan Abdullah dg Sirua, Makassar.
Pewaris Bosowa Group ini menyebut Danny adalah orang yang bertanggung jawab atas mangkraknya proyek tersebut.
"Danny adalah penggagasnya dan proyek ini digulirkan di eranya. Tahun 2018. Jadi dia harus bertanggung jawab kalau terjadi mangkrak," ungkapnya.
Erwin menuturkan, dalam proyek-proyek seperti ini, lazimnya diserahkan kepada kontraktor BUMN atau kontraktor swasta skala besar yang memiliki kredibilitas baik. Agar nantinya jika proyeknya mangkrak bisa dikenakan penalti.
Yang kedua menurut Erwin, jika terjadi temuan dari BPK, ada arsitek bisa melakukan koreksi.
Dalam proyek pemerintah itu papar Erwin, tahapannya jelas. Pemerintah memberikan spesifikasi kepada kontraktor. Lalu kontraktor membuat desainnya untuk selanjutkan dikerjakan oleh kontraktor itu sendiri.
Tapi dalam proyek ini, kelihatannya desain dibuat oleh orang lain dan dikerja oleh kontraktor lain. Sehingga hasilnya tidak memenuhi spesifikasi.
"Ini sangat memalukan. Bayangkan uang rakyat puluhan miliar habis di sini. Dan hasilnya cuma ini. Memalukan sekali," ketus Erwin.
Erwin mengatakan, ini harus dipertanggungjawabkan Danny kepada publik. Ia mengaku tidak habis pikir, Makassar yang punya segudang teknokrat, arsitek dan orang-orang pintar, justru menghasilkan proyek seperti ini.
"Memalukan buat saya. Proyek pemerintah itu pakai uang negara. Tidak boleh mangkrak," ketusnya.
Erwin yakin ke depan, jika terpilih wali kota yang tepat proyek ini akan dilanjutkan.
"In syaa Allah kalau wali kotanya orang yang tepat. Orang cakap, orang yang terbaik, proyek ini bisa dilanjutkan dan diselesaikan," imbuh Erwin.
BERITA TERKAIT
-
Sosok Alwi Hamu di Mata Danny Pomanto: Pekerja Ulet-Penjaga Marwah Pers
-
Pengamat: Gugatan DIA dan INIMI ke MK Hanya untuk Menutupi Kehancuran Elektoralnya
-
Danny: 17 Lurah dan Sekcam tak Netral di Pilkada Berpeluang Dipecat sebagai ASN
-
Pesan Danny-Sudirman Usai Pilgub: Tetap Damai, tak Boleh Ada Gesekan
-
Danny Sebut Makassar Mundur Sejak Ia Cuti: Rusak ini Barang