Sempat Buron, 4 Pemain PS Sidrap Pengeroyok Wasit Akhirnya Diringkus
Dari hasil pemeriksaan bukti-bukti dan saksi telah dirampungkan. Hasilnya keenam tersangka itu merupakan para pemain PS Nene Mallomo Sidrap.
ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Polisi menangkap empat pemain PS Nene Mallomo Sidrap yang terlibat pengeroyokan terhadap wasit Romy Daeng Rewa di Liga 3 Sulawesi Selatan (Sulsel). Keempat pemain ini sempat buron beberapa hari.
"Benar sudah kami amankan keenam tersangkanya. Awalnya dua kami berhasil tangkap kemudian menyusul keempat ini yang sempat melarikan diri. Penahanan terhadap mereka terhitung hari kemarin," kata Kapolres Enrekang AKBP Andi Sinjaya saat dikonfirmasi, Rabu (28/12/2021) pagi.
Dia menerangkan, bahwa gelar perkara kasus pengeroyokan wasit ini dilakukan pada Sabtu 25 Desember 2021 kemarin. Dari hasil pemeriksaan bukti-bukti dan saksi telah dirampungkan. Hasilnya keenam tersangka itu merupakan para pemain PS Nene Mallomo Sidrap.
"Jadi keenam tersangka ini ditetapkan tersangka berdasar pada adanya bukti-bukti yang telah kami kumpulkan yaitu berupa visum dan berupa video dan juga sepatu yang digunakan pelaku atau pemain, ada juga baju yang digunakan oleh wasit," ungkap AKBP Andi.
Dijelaskannya lagi, bahwa penganiayaan itu bermula saat wasit, Romy sedang mimpin pertandingan final Liga 3 Sulsel yang mempertemukan PS Nene Mallomo Sidrap melawan Gasma Enrekang di Stadion Bumi Massenrempulu, Kabupaten Enrekang, Jumat (24/12) lalu.
Menurut polisi berpangkat dua bunga ini, pemain dari PS Nene Mallomo Sidrap merasa tidak puas soal barikade pemain saat hendak melakukan tendangan bebas.
"Awalnya memang ada ketidakpuasan dari para pelaku. Karena sebetulnya posisinya diuntungkan ada pelanggaran dari Gasma dan diberikan lah tendangan bebas oleh wasit. Namun ada ketidakpuasan barikade pagar betis yang disebut dekat dan menurut wasit sudah sesuai. Tim wasit menyatakan sudah sesuai dan akhirnya mereka tidak terima," ungkap Andi.
Setelah kejadian ini, Andi Sinjaya mengaku telah melakukan komunikasi dengan Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan. Pada perbincangan itu, Iriawan meminta agar dilakukan penegakan hukum secara tegas kepada para pelaku penganiayaan.
"Kami juga lakukan koordinasi dengan Ketua PSSI dan mereka berpesan agar penegakan hukum dilakukan tegas dan tentunya kami melakukan di kepolisian menangani secara profesional sesuai prosedur," terangnya.
Sebelumnya diberitakan, pemukulan tersebut dilakukan pemain PS Nene' Mallomo Sidrap menyusul kericuhan pada pertandingan yang digelar di Stadion Bumi Massenrempulu, Kota Enrekang, pada Jumat (24/12/21) lalu.
Pengeroyokan itu juga sempat direkam penonton pertandingan hingga viral di media sosial. Dalam rekaman video viral, tampak wasit awalnya diprotes seorang pemain PS Nene Mallomo Sidrap. Selanjutnya wasit dipukul.
Seorang pemain PS Nene Mallomo lainnya juga melakukan pemukulan dari belakang. Alhasil, wasit melarikan diri ke arah gawang, sementara para pemain Gasma Enrekang mencoba menghalangi pemain PS Nene Mallomo Sidrap agar tak mengejar wasit.
Namun tampak tetap saja beberapa pemain PS Nene Mallomo Sidrap berhasil mengejar wasit dan kembali melakukan pengeroyokan
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
