Kamis, 30 Desember 2021 14:52

Eropa-AS Diamuk Omicron, WHO Ingatkan Indonesia Saatnya Waspada

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

WHO meminta ada proteksi dini dari negara negara Asia agar Omicron bisa dihambat.

WASHINGTON DC, PEDOMANMEDIA - Tak hanya dataran Eropa, Amerika Serikat (AS) saat ini juga diamuk varian Omicron. Badan Kesehatan Dunia (WHO) mengingatkan negara negara Asia agar lebih protektif.

Dalam 24 jam terakhir di AS ada Lebih dari 512.000 kasus Corona. Angka ini menjadi yang tertinggi sejak pandemi mereda Juli lalu.

Seperti dilansir media AS, Fox News, Kamis (30/12/2021), data terbaru Johns Hopkins University (JHU) yang menjadi acuan global menunjukkan 512.553 kasus Corona terdeteksi dalam sehari di AS, atau pada Selasa (29/12) waktu setempat.

Baca Juga

Angka itu tercatat lebih tinggi dibandingkan data sehari sebelumnya, ketika Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS atau CDC melaporkan 441.278 kasus Corona dalam sehari atau sepanjang Senin (27/12) waktu setempat.

Sementara untuk angka rata-rata kasus harian Corona selama tujuh hari di AS dilaporkan naik mencapai lebih dari 280.000 kasus pada pekan ini.

Dalam wawancara pada Rabu (29/12) waktu setempat, Direktur CDC, Dr Rochelle Walensky, menyatakan pihaknya memperkirakan jumlah kasus akan terus meningkat, karena varian Omicron dan varian Delta masih terus menyebar luas di berbagai wilayah AS.

"Jumlah kasus meroket, seperti yang Anda catat. Kami mengantisipasi jumlahnya bahkan bisa lebih tinggi lagi," ucap Walensky kepada program 'Today' pada televisi NBC.

Varian Omicron yang sangat bermutasi, menurut permodelan pemerintah AS seperti dilansir AFP, kini menyumbang sekitar 59 persen dari total kasus nasional AS dalam sepekan hingga 25 Desember lalu.

Sementara itu WHO meminta ada proteksi dini dari negara negara Asia agar Omicron bisa dihambat. Saat ini di Asia angka kasus Corona cenderung landai. Kecuali China yang terpaksa melakukan pembatasan ketat akibat ledakan kasus di beberapa provinsi.

Di Indonesia sendiri telah terdeteksi 31 kasus Omicron. 31 kasus ini dipastikan dari imported case.

 

Editor : Muh. Syakir
#Varian Omicron #WHO
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer