Muh. Syakir : Kamis, 06 Januari 2022 16:38
Ilustrasi (int)

JENEPONTO, PEDOMANMEDIA - Dua pria yang masih berstatus ayah dan anak di Jeneponto terlibat duel senjata tajam. Duel menewaskan sang anak. Korban tewas dengan usus terburai.

Bagaimana kronologisnya. Ini penjelasan lengkap Kapolsek Bangkala, Jeneponto Iptu Asrullah.

Iptu Asrullah menuturkan, peristiwa ini terjadi di Dusun Bungung Labbua, Desa Punagayya, Kecamatan Bangkala. Korban tewas bernama Asbi (32) masih anak kandung dari pelaku, BA (55).

"Peristiwanya malam sekitar pukul 22.00. Waktu itu korban pulang ke rumah dalam kondisi mabuk," terang Asrullah.

Setiba di rumah, Asbi mencari kunci sepeda motor. Karena tak ketemu, Asbi naik pitam. amun,

“Dia marah-marah. Di situ ada ayahnya. Ayahnya kemudian menegur Asbi,” ujar Asrullah.

Bukannya tenang, Asbi malah makin gelap mata. Ia tak terima ditegur sang ayah.

Keduanya sempat cekcok mulut. Sampai kemudian Asbi mencabut badik dari pinggangnya. Ia tantang ayahnya duel.

Melihat sang anak tak terkendali, BA akhirnya memilih diam. Tapi Asbi masih dikuasai amarah. Ia menghampiri ayahnya dengan badik terhunus.

Beruntung, ibu Asbi, Jumariah segera datang melerai. Ia pegangi Asbi agar segera menjauhi ayahnya. Sementara BA diminta istrinya masuk kamar agar keributan itu tak berlanjut.

"Ibunya suruh Asbi keluar. Ia lalu mengunci pintu dari dalam. Ya tujuannya supaya Asbi segera pergi," jelas Asrullah.

Situasinya justru makin buruk. Asbi mengamuk dan mendobrak pintu. Dengan badik terhunus ia masuk dan mencari ayahnya sambil berteriak-teriak menantang duel.

BA yang mendengar teriakan itu hanya diam. Ia bersembunyi dalam kamar.

Tapi Asbi sudah kalap. Ia masuk ke kamar dan menemukan ayahnya di dalam. Kata Asrullah, BA masih berusaha menenangkan Asbi tapi ia sudah malah menyerang ayahnya.

Sejurus Asbi langsung menusuk BA hingga melukai tangan kirinya.

"Terkena di bagian lengan kiri, dan mengenai tangan kiri samping kelingking,” kata Asrullah

Dalam kondisi terluka, BA langsung merampas badik milik Asbi dan menghujamkan tepat di lambungnya. Tusukan itu membuat Asbi ambruk dengan usus terburai.

“Dia masih sempat dilarikan ke puskesmas tapi nyawanya tak tertolong. Korban ditikam di perut bagian kanan dan mengalami pendarahan hebat hingga tewas,” terang Asrullah.

Asrullah mengungkapkan, saat ini BA telah diamankan dan sementara menjalani pemeriksaan.