Jusrianto : Kamis, 05 November 2020 18:26
RaPi.

MUNA, PEDOMANMEDIA - Calon Bupati Muna Laode M Rajiun Tumada mengatakan kebijakan pembangunan Rusman Emba selama lima tahun belum menyentuh kebutuhan pelayanan dasar masyarakat Muna. Ia menyebut pembangunannya tak berpihak ke masyarakat.

Menurut Rajiun pembangunan infrastruktur jalan yang dibangun Rusman baru puluhan kilo meter. Padahal masa pemerintahan sudah berjalan lebih empat tahun. Mestinya dalam jangka waktu seperti itu program pembangunan sudah kelihatan dan manfaatnya dirasakan oleh rakyat.

"Visi-misi Rusman Emba yang disampaikan lima tahun lalu tak terealisasi dalam program nyata. Dan itu bisa dikategorikan Rusman gagal mewujudkan visi-misinya," ujar Rajiun saat ditemui usai acara debat yang digelar Gedung Galampano Raha, Kamis (5/11/2020).

Kata dia, Rusman Emba mengklaim telah membangun sarana air bersih di Desa Tampunabale, Kecamatan Pasir Putih dan di desa-desa Kecamatan Watopute. Apa yang diutarakan oleh calon bupati petahana ini tidak sesuai fakta.

"Proyek pembangunan sarana air bersih di Desa Tampunabale hingga sekarang belum dimanfaatkan oleh masyarakat setempat. Itu artinya proyek itu mangkrak. Untuk Kecamatan Watopute tidak ada pembangunan air bersih. Saya menilai Rusman telah melakukan pembohongan publik," beber Rajiun.

Rajiun juga menyoroti penataan kota baru di Motewe. Menurutnya penataan Motewe sebagai kota baru ini diduga belum memiliki Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) dan belum memiliki Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL).

"Hal lain yang timpang adalah proyek pembangunan jalan di Warangga. Proyek ini tumpang tindih. Karena jalan Warangga adalah jalan nasional. Kita menilai Pemda Muna tak memahami nomenklatur," tambahnya.

Rajiun menegaskan dari sekian masalah yang mengemuka tersebut mengindikasikan kebijakan pembangunan yang dilakukan Rusman belum menyentuh kebutuhan pelayanan dasar masyarakat.

"Orientasi pembangunan belum berpihak untuk kepentingan masyarakat Muna secara keseluruhan. Mungkin orientasinya lebih pada bisnis," terang Rajiun.