Muh. Syakir : Selasa, 25 Januari 2022 07:11
Anggiat Sinaga

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Ketua BPD Pengusaha Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga berharap ancaman Omicron tidak memberikan dampak buruk bagi bisnis perhotelan di Kota Makassar. Okupansi hotel saat ini menurutnya ibarat kapal selam. Muncul-tenggelam.

"Seperti kapal selam, muncul-tenggelam.  Pasti kita selalu optimis, tetapi Omicron kan sudah ada masuk di Takalar," ujarnya saat ditemui di Hotel Claro, Senin (24/1/2022).

Tahun 2022, kata dia diharapkan keadaan akan kembali normal seperti sediakala sebelum adanya Covid-19. Prospek ekonomi global juga dapat meningkat pada semester ll.

"Ini bisa dilihat kalau 4 bulan ke depan, kita harap Omicron tidak terlalu besar penyebarannya sehingga tidak memberi dampak pada industri perhotelan," harapnya.

Menurutnya, Adanya varian baru ini masih banyak orang yang ketakutan untuk bepergian. Apalagi Omicron diperhitungkan berpotensi lebih cepat penularannya.

Anggiat berharap pemerintah Kota Makassar segera mempercepat vaksinasi sebab dengan vaksinasi dapat meningkatkan kekebalan tubuh.

Kasus Pertama di Takalar

Kasus pertama Covid-19 varian Omicron terdeteksi di Kabupaten Takalar. Masyarakat diminta tak abai.

Plt Gubernur Sulawesi Selatan Sudirman Sulaiman mengimbau masyarakat mengurangi mobilitas dan menunda bepergian hingga puncak lonjakan Omicron berlalu. Omicron diprediksi akan mencapai puncak penyebaran pada Februari-Maret.

Untuk di Sulsel, perkembangan kasus Covid-19 masih fluktuasi. Kadang terjadi kenaikan dan melandai. Masyarakat kami imbau menekan mobilitas. Jangan ada kerumunan," terang Sudirman.

Plt Kadis Kesehatan Sulsel, dr Arman Bausat mengatakan, dalam sepekan ini jumlah kasus yang ada fluktuatif. Namun ini berpotensi naik lagi jika mobilitas tak ditekan.

Setelah penyebaran yang cukup tinggi di DKI, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan imbauan kepada masyarakat untuk mengurangi mobilitas di luar rumah. Kepala Negara juga menyarankan masyarakat bekerja dari rumah atau work from home (WFH).

Menindaklanjuti Presiden, Sudirman mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan lonjakan kasus Covid-19. Salah satu caranya, tidak bepergian keluar negeri, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan.

"Jumlah kasus konfirmasi (Covid-19) harian fluktuatif. Ini mengingatkan kita bahwa Covid-19 masih ada di sekitar kita. Kepada seluruh masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan, untuk mengurangi mobilitas dan kerumunan, tetap mengikuti protokol kesehatan, pentingnya 5M. Wujudkan kewaspadaan itu dalam tindakan nyata. Kita tidak ingin lonjakan kasus kembali terjadi," tuturnya.

Sudirman mengaku, saat ini ia tengah mengurangi aktivitas kerumunan di pemprov. Dalam pertemuan atau audiens, untuk sementar akan diterapkan secara virtual.

Ia juga meminta masyarakat untuk melakukan vaksinasi, sebagai upaya dalam membentuk herd immunity (kekebalan kelompok).