BALIKPAPAN, PEDOMANMEDIA - Ketidakhadiran Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin, dalam acara pengukuhan pengurus PBNU di Balikpapan, Kalimantan Timur, memicu spekulasi politik.
Menurut Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah, Cak Imin sedang menunjukkan kekecewaannya kepada kepengurusan Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya.
Pasalnya, PKB tidak mendapatkan banyak posisi strategis dalam kepengurusan Gus Yahya.
Kondisi itu berbeda saat PBNU yang dipimpin Said Aqil Siroj. PKB, khususnya gerbong Cak Imin, mendapatkan strategi mendapatkan posisi.
"Situasi ini bisa saja mengecewakan Muhaimin atas kepengurusan PBNU yang baru, di mana PKB tidak menempati posisi-posisi strategis," tutur Dedi Kurnia dikutip dari RMOL di Jakarta, Selasa (1/2/2022).
Di sisi lain, Ketua DPR RI Puan Maharani justru menghadiri acara pengukuhan pengurus PBNU tersebut. Kedatangan Puan ini dinilai tak lepas dari keberadaan nomor kader PDIP yang diakomodir dalam jajaran pengurus PBNU era Gus Yahya.
Dalam penelusuran Redaksi, kader PDIP yang masuk Pengurus PBNU masa khidmat 2022-2027 di antaranya Mardani H Maming (Bendahara Umum) dan Nasyirul Falah Amru (Ketua Tanfidziyah).
"PDIP secara mengejutkan masuk jajaran elite, itulah mengapa Puan justru hadir, dan Muhaimin tidak hadir," demikian Dedi Kurnia.
BERITA TERKAIT
-
Isu Reshuffle Kabinet Mencuat, Puan: Hak Prerogatif Presiden
-
Puan Khawatir Usia Pensiun ASN jadi 70 Tahun jadi Beban Baru APBN
-
TNI Dikerahkan Jaga Kejaksaan, Puan Minta Panglima Beri Penjelasan
-
Puan Soal Gus Miftah Olok-olok Pedagang Es Teh: Jangan Saling Merendahkan
-
Puan Maharani Singgung Masalah Etika di Harlah ke-51 PPP: Anak Muda PPP Punya Etika