MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Para pakar mengingatkan, sebagian Asia termasuk Indonesia akan menghadapi gelombang ketiga pandemi pada Februari hingga Maret. Pemerintah didesak segera mengevaluasi pembelajaran tatap muka (PTM).
"Ada kenaikan kasus hingga 40 kali lipat di Jawa dan Bali sejak awal Januari. Artinya kita sedang menghadapi serangan baru Corona," terang Darman Ali, pakar penyakit menular, Jumat (4/2/2022).
Menurut Darman, dari hasil kalkulasi, gelombang baru ini akan memuncak akhir Februari hingga Maret. Lalu akan kembali landai pada April dan Mei.
Ia menyebutkan, episentrum kasus masih akan ada di Jawa-Bali. Provinsi lain menjadi ikut rentan karena interaksi antardaerah tak lagi dalam pengetatan.
"Kalau Omicron masuk Jakarta hari ini, sore nanti sudah bisa sampai Papua. Itu a analogi sederhananya. Kenapa demikian? Ya karena interaksi antardaerah sudah tak bisa dibatasi," ucap Darman.
Ia menyebutkan, meski cakupan vaksinasi cukup tinggi, namun peta penyebaran tetap sulit dibendung. Sebab frekuensi mobilitas warga sudah sangat tinggi.
"Sekarang yang mesti jadi perhatian adalah mencegah klaster PTM. Makanya harus ada evaluasi. Apakah masih wajar PTM atau tidak," katanya.
Dijelaskan Darman, pemerintah perlu menelaah kembali hal ini. Jangan sampai keputusannya telat. Ini akan sangat riskan.
"Kalau kalkulasi saya tidak bisa lagi (PTM). Kalau perlu harus kembali belajar jarak jauh. Minimal sampai 3 atau 4 pekan ke depan," tuturnya.
Jika tidak, Darman khawatir justru PTM yang akan jadi penyumbang kasus tertinggi.
Sebelumnya Presiden Joko Widodo sudah meminta seluruh provinsi melakukan evaluasi ulang terhadap kebijakan pembelajaran tatap muka (PTM). PTM dikhawatirkan mencetak klaster varian Omicron.
"Harus ada evaluasi setiap waktu. Seperti saat ini varian Omicron sedang terlihat trennya. Ini patut kita antisipasi. Apakah PTM masih memungkinkan dilakukan, atau ada skema lain yang lebih baik," terang Jokowi, Selasa (1/2/2022).
Menurut Jokowi, hal lain yang perlu ditekankan adalah penerapan prokes yang lebih ketat. Masyarakat diminta agar tidak abai dengan melihat kasus yang cenderung landai.
"Bisa terjadi lonjakan jika kita semua tidak disiplin. Harus diingat bahwa Covid masih ada di sekitar kita. Perang belum selesai. Kita semua masih harus bekerja keras untuk keluar dari situasi ini," ujar Jokowi.
Jokowi memberi perhatian khusus pada DKI dan seluruh Jawa setelah terjadi kenaikan kasus dalam tiga pekan. Beberapa daerah di luar Jawa-Bali juga dalam pengawasan dan masuk dalam zona rentan. Di antaranya, Kalimantan dan Sulsel.
Plt Gubernur Sulsel Sudirman Sulaiman juga mengingatkan kemungkinan memuncaknya Omicron dalam dua tiga pekan ke depan. Masyarakat diminta mengurangi mobilitas.
"Tunda dulu bepergian hingga puncak lonjakan Omicron berlalu. Omicron diprediksi akan mencapai puncak penyebaran pada Februari-Maret," ujar Sudirman.
Menurutnya, perkembangan kasus Covid-19 Sulsel masih fluktuasi. Kadang terjadi kenaikan dan melandai.
Situasi ini masih mengkhawatirkan. Apalagi setelah temuan kasus Omicron di Kabupaten Takalar. Karena itu Sudirman meminta masyarakat kembali membatasi interaksi.
"Jangan ada kerumunan. Pertemuan-pertemuan yang menyebabkan interaksi banyak orang harus dibatasi," pintanya.
Pemerintah juga memberi peringatan akan adanya kenaikan kasus di bulan Februari. Kasus Omicron diperkirakan mendominasi wilayah Jabodetabek.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memprioritaskan vaksinasi booster di wilayah Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi). Kenaikan kasus Omicron paling tinggi diperkirakan terjadi di wilayah ini.
Sementara itu, juru bicara vaksinasi COVID-19 Kemenkes dr Siti Nadi Tarmizi mengatakan jumlah kasus Omicron saat ini sudah mencapai 1.626 kasus. Kasus impor dari pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) masih paling dominan.
Melihat ancaman kasus dalan dua pekan ke depan, pemerintah belum memberi opsi soal pembelajaran tatap muka. Apakah akan dihentikan atau tetap dilanjut.
BERITA TERKAIT
-
Muncul Gelombang Baru Corona, Kota Xi'an China Lockdown Lagi
-
Omicron Terdeteksi di Bone, Satgas Siagakan 45 Tempat Tidur di RS
-
Sepekan Sulsel Tambah 10.527 Kasus, Sudah Lampaui Puncak Delta
-
3 Pasien Covid-19 di Bone Positif Omicron, 27 Lainnya Dicurigai
-
Omicron di 6 Provinsi Memuncak, Menkes Antisipasi Luar Jawa di Akhir Maret