TORUT, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Dan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk Dan Keluarga Bencana (DP3AP2KB ) Toraja Utara (Torut) Boyke Patandianan mengatakan, pihaknya baru merealisasikan program kerja (Proker) sebanyak 60%. Hal itu dikarenakan pandemi Covid-19.
Boyke mengatakan, pandemi Covid-19, banyak program kerja mandek sehingga baru 60% yang di realisasikan.
"Masih berjalan, sudah 60 persen yang direalisasikan seperti Formus (Forum Musyawarah Kampung KB) dan Lokmin (Lokakarya Mini Kampung KB)," katanya, Senin (9/11/2020).
Boyke juga mengungkapkan bahwa baru-baru ini pihaknya telah merealisasikan salah satu program kerjanya seperti forlus dengan lanjutan lokbin.
"Forlus baru selesai ini hari akan di lanjutkan dengan lokbin 2 kali lagi selesai ada," ujarnya.
Ia pun mengatakan bahwa ada program kerjanya yang sulit di laksanakan seperti fisik pengadaan bus untuk pelayanan umum dengan kendala anggaran.
BERITA TERKAIT
-
Frederik Boyong Istri dan FKUB Torut Jalan-jalan ke Pontianak, Aktivis: Hanya Hambur Uang!
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026