Rabu, 09 Februari 2022 22:23

Peringatan Andi Utta untuk Camat-Lurah: Kalau 'Rantasa' Saya Evaluasi

Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf membuka musrenbang tingkat Kecamatan Ujung Bulu di Hutan Kota.
Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf membuka musrenbang tingkat Kecamatan Ujung Bulu di Hutan Kota.

Di mana Bulukumba tidak boleh 'rantasa' merupakan kewajiban semua pihak untuk senantiasa menjaga kebersihan.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Bupati Bulukumba Muchtar Ali Yusuf membuka musyawarah rencana pembangunan (musrenbang) tingkat Kecamatan Ujung Bulu di Hutan Kota, Rabu 9 Februari 2022.

Bupati menekankan Bulukumba tak boleh "rantasa".

"Di pemerintahan ini, Bulukumba tak boleh rantasa. Kalau rantasa, maka siap-siap camat dan lurah dievaluasi" kata Bupati yang akrab disapa Andi Utta dalam sambutannya di Hutan Kota.

Baca Juga

Andi Utta mencontohkan kerja keras Tim Pengendali Banjir yang dibentuk di awal pemerintahannya bersawa Wabup Andi Edy Manaf. Tim itu katanya, bekerja tanpa biaya APBD.

"Di awal pemerintahan mindset kita yang penting Bulukumba jangan banjir. Karena anggarannya tidak ada di APBD, maka kita cari dari langit. Kalau kita cinta Bulukumba berarti kita harus sama-sama berbuat untuk Bulukumba," katanya.

Sementara, Camat Ujungbulu Andi Ashadi mengaku memaknai pernyataan bupati secara dalam. Di mana Bulukumba tidak boleh 'rantasa' merupakan kewajiban semua pihak untuk senantiasa menjaga kebersihan.

"Kebersihan bukan hanya tanggung jawab dari Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan saja, tapi juga menjadi tanggung jawab Camat dan para Lurah karena merupakan kepala wilayah," kata Camat yang akrab disapa Andi Gatot.

Ia mengaku sangat mendukung pernyataan bupati dan akan bekerja semaksimal mungkin demi Bulukumba tidak 'rantasa'.

"Masyarakat sudah merasakan hasilnya dengan dua tahun belakangan ini tidak banjir lagi," katanya.

Dalam mewujudkan Bulukumba tidak rantasa, Pemerintah Kecamatan Ujungbulu memastikan saluran-saluran air di wilayahnya bersih dari sampah dan sedimen. Kemudian kata Andi Gatot, menggalakkan kembali kerja bakti mingguan.

"Kita juga senantiasa memberi pemahaman kepada warga agar tidak membuang sampah ke saluran air," katanya.

Di tempat yang sama, Lurah Loka Asroni Azis mengatakan pernyataan Bulukumba tak boleh rantasa berarti menjaga kebersihan dan menjadi tanggung jawab di wilayahnya.

Ia berjanji akan bekerja dengan baik untuk kepentingan bersama dan menunjukkan loyalitas kepada pimpinan. Selain itu menurutnya, pernyataan bupati memberikan semangat baru agar senantiasa menjaga kebersihan.

"Setelah dilantik, kami memang canangkan Jumat bersih. Kami pun memberi sampel di setiap kelurahan. Kalau ada laporan dari warga setiap lingkungan, kami kunjungi lagi di sana," kata Roni sapaan akrabnya.

Untuk diketahui tahun ini Pemerintah Kabupaten Bulukumba akan melaksanakan program rehabilitasi drainase dalam kota Bulukumba dengan sistem panel knock down. Bukan lagi model konvensional yang menggunakan pemasangan batu campur semen.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Bulukumba #Bupati Bulukumba Andi Muchtar Ali Yusuf
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer