Minggu, 13 Februari 2022 12:52

Elektabilitas Naik, Fahri Hamzah Yakin Partai Gelora Tembus Senayan

Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Int)
Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah. (Int)

Fahri memprediksi akan ada 8 hingga 10 partai yang akan lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 mendatang, salah satunya adalah Partai Gelora.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Elektablitas Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia saat ini hampir mendekati ambang batas parlemen 4 persen. Jika pemilu digelar hari ini, maka elektablitas Partai Gelora sudah mencapai 3,4 persen.

Hal ini terungkap dari hasil survei lembaga survei Trust Indonesia yang dilakukan pada 3 hingga 13 Januari 2022 lalu, dengan jumlah responden 1.200 orang dan margin error 2,83 persen.

hal ini, Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah dalam keterangannya, mengatakan bahwa Partai Gelora sudah memperkirakan-proyeksi untuk menghadapi Pemilu 2024.

Baca Juga

Namun, beberapa proyeksi-proyeksi tersebut masih membutuhkan ikhtiar yang akan dilakukan ke depan. Sebab, Partai Gelora tidak ingin masuk Senayan presentasi 5D, yaitu datang, duduk, diam, duit, dan ditangkap.

"Terus terang, kami di Partai Gelora itu sudah tahu proyeksi-proyeksi. Mungkin saya sering bilang sama teman-teman, kita ini sudah tahu cara menang, juga tahu cara curang, gitu. Tapi Insya Allah, kita tidak akan curang, tapi kita curang siapa yang bisa mencurangi," tegas Fahri seperti dikutip dari RMOL, Minggu (13/2/2022).

Oleh karena itu, apabila melihat hasil survei Trust Indonesia sudah sesuai dengan proyeksi-proyeksi yang dibuat Partai Gelora. Fahri memprediksi akan ada 8 hingga 10 partai yang akan lolos ke Senayan pada Pemilu 2024 mendatang, salah satunya adalah Partai Gelora.

"Kalau kita melihat-proyeksi dan melihat hasil survei, maka Dewan nanti isinya ada 8 hingga 10 partai, mudah-mudahan Partai Gelora masuk. Dan per hari ini, Partai Gelora sudah masuk Senayan sebenarnya. Jumlahnya berapa, nanti kita lihat," katanya .

Menurutnya, Partai Gelora akan menfaslit segarasi kehendak rakyat untuk memilih pemimpin yang baik, yang akan membawa angina perubahan bagi sistem demokrasi Indonesia.

"Pemilu pada dasarnya adalah sarana untuk mengubah nasib rakyat. Kalau rakyat memlih pemimpinnya di Pemilu karena difasilitasi dengan baik, tentu akan membaik juga hasilnya," tutupnya. 

Editor : Amrin
#Partai Gelora #Pemilu 2024
Berikan Komentar Anda