Heboh! Mantan Camat Maros Meninggal Tiba-tiba, Mulut Mengeluarkan Darah
Korban saat ditemukan dalam keadaan tergeletak di sebuah kursi. Di bagian mulut mengeluarkan darah.
MAROS, PEDOMANMEDIA - Seorang aparatur sipil negara (ASN) di Pemkab Maros meninggal mendadak dengan mulut mengeluarkan darah. Korban tiba-tiba ambruk saat sedang asyik merokok.
Informasi yang dihimpun, ASN yang meninggal itu bernama Erhan Haris. Pria 49 tahun ini merupakan staf ahli di kantor pemerintahan Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan yang juga mantan camat. Ia meninggal dunia di ruang smoking area pada Senin (14/2/2022).
Sebelum meninggal, mantan Camat Mandai itu terlihat segar bugar saat menikmati sebatang rokok. Namun tiba-tiba ia ambruk dan terbaring di sofa. Dari mulutnya mengeluarkan darah.
"Kelihatan sehat-sehat ji tadi. Dia malah sempatji merokok-merokok. Tapi tiba-tiba dia terbaring di sofa dan tak sadarkan diri," ujar seorang ASN.
Kejadian ini sontak menghebohkan para pegawai lain yang tengah beraktivitas.
Kasatreskrim Polres Maros AKP Aris Sumarsono yang dikonfirmasi membenarkan perihal kasus kematian ASN tersebut. Dia mengatakan, bahwa almarhum meninggal dunia disebabkan adanya penyakit yang diderita.
"Benar, almarhum ada sakit, jadi tiba-tiba saja terjatuh rebahan di sofa itu dan meninggal dunia," kata AKP Aris kepada PEDOMANMEDIA saat mintai konfirmasi via telepon, Selasa (15/2/2022).
Mantan Kasatreskrim Polres Bulukumba ini menjelaskan, korban awalnya merokok di area smoking area kantor bupati tersebut. Saat usai merokok, korban diduga tiba-tiba terjatuh dan terbaring di kursi panjang ruangan tersebut.
"Dari pengakuan sejumlah saksi. Korban ini saat ditemukan pertama kali kondisinya itu dalam keadaan tergeletak di sebuah kursi ruangan merokok dan di bagian mulut mengeluarkan darah, akhirnya korban pun dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk memastikan kondisinya," jelasnya.
Akibat hebohnya informasi itu, lanjut Aris, pihaknya pun langsung menuju ke RS untuk melakukan penyelidikan. Hanya saja, pihak keluarga korban ikhlas menerima dan menolak autopsi untuk dilakukan penyelidikan.
"Keluarga korban menolak autopsi, mereka juga mengaku jika keluarganya itu (Erhan Haris) murni meninggal karena sakit yang dideritanya. Akhirnya mereka memulangkan jasad korban untuk disemayamkan di rumah duka," terang AKP Aris Sumarsono
Sekedar diketahui, almarhum Erhan Haris merupakan staf ahli di kantor Pemkab Maros. Selain itu almarhum juga pernah menjabat sebagai kepala di sejumlah kecamatan.
