Muh. Syakir : Minggu, 20 Maret 2022 07:29

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pertumbuhan ekonomi Sulawesi Selatan mencatat tren positif di kuartal akhir 2021. Investasi dan UMKM menjadi sektor dengan progres paling menggeliat.

Sayangnya, laju UMKM tak diikuti oleh bidang properti. Sejak semester awal 2021, penjualan properti merosot jauh di bawah rata-rata.

"Secara umum belum pulih. Yah boleh dikata masih terseok-seoklah. Meski untuk properti skala menengah sedikit ada perubahan," jelas Abdul Karim Ali, pengusaha properti, Minggu (20/3/2022).

Menurutnya, properti memang butuh waktu lebih lama untuk pulih. Stimulus pajak tak serta merta bisa memperbaiki kondisi ini.

"Daya beli masyarakat masih rendah untuk properti. Masyarakat masih ada keraguan soal pandemi. Makanya banyak yang menahan dananya," jelas Karim.

Karim memprediksi di semester akhir 2022, keadaan mungkin akan lebih baik. Properti bisa mulai menggeliat lagi. Namun itu juga tergantung seberapa mampu pemerintah menekan eskalasi pandemi.

Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman sebelumnya mengatakan, ekonomi Sulsel berhasil keluar dari kontraksi di triwulan 4 2021. Ekonomi tumbuh di atas 7% melampaui level nasional yang ada di angka 5%.

"Ada dua sektor paling menopang ekonomi kita yakni UMKM dan investasi. Dua sektor ini bergairah," terang Sudirman.

Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menyampaikan, sejalan dengan nasional, ekonomi Sulawesi-Selatan mengalami pertumbuhan membaik dan lebih tinggi dibandingkan dengan capaian nasional. Dari sisi permintaan, pertumbuhan di triwulan IV 2021 didorong oleh peningkatan konsumsi RT, investasi dan ekspor. Pertumbuhan ekonomi Sulsel 7,89 persen dan Nasional 5,02 persen.

Perkembangan ekonomi Sulsel keseluruhan tahun 2021, ekonomi Sulsel berhasil keluar dari kontraksi dan masih konsisten berada di atas tingkat pertumbuhan nasional. Ekonomi Sulsel tumbuh 4,65 persen pada 2021 dari sebelumnya -0,71 persen.

Sudirman menyampaikan, peningkatan ekonomi Sulsel juga terjadi pada jumlah UMKM yang juga merupakan salah satu penopang ekonomi lokal.

"Dalam 2 tahun meningkat dari 900 ribu jadi 1,5 juta UMKM terdaftar, jika 1 UMKM dengan 2 tenaga kerja, maka ada 3 juta orang bekerja pada sektor ini. Ini jumlah yang sangat besar menopang perekonomian masyarakat," kata Andi Sudirman.

Ia juga mendorong agar Sulsel dapat memacu kemandirian desa melalui BUMDes. Kata Sudirman, perhatian perlu pada sektor ekonomi yang banyak bermanfaat bagi masyarakat seperti pertanian dan perikanan.

"Demikian juga UMKM di desa sebab banyak petani dan nelayan yang juga berkecimpung di UMKM," sebutnya.

Bukan hanya itu, kepada OJK agar memberikan perhatian, dengan mengawasi dan mengatur fintect (financial technology) yang membutuhkan pengawasan ketat. Sehingga masyarakat tidak menjadi korban fintect ilegal.

Adapun total PDRB Sulsel triwulan IV 2021 sebesar Rp142,06 triliun dengan kredit perbankan posisi Desember 2021 sebesar Rp129,4 triliun, lapangan usaha (LU) perdagangan, LU pertanian dan LU pengolahan menjadi pendorong utama akselarasi pertumbuhan TW 4 sehingga dapat tumbuh positif. Dilihat dari sisi pengeluaran, ekonomi Sulsel didorong oleh investasi dan konsumsi RT serta ekspor.

Aset perbankan di Sulsel posisi Januari 2022 tumbuh 6,11 persen (yoy). Total aset perbankan konvesional di Sulsel mencapai Rp150,6 triliun, dari total aset perbankan Rp162,5 triliun. Sementara market share perbankan syariah Sulsel sebesar 7,32 persen.

Adapun dalam rangka mendorong bergeraknya kembali sektor ril menuju masyarakat produktif dan aman covid-19 serta mendukung langkah pemerintah dalam percepatan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Himpunan Bank-bank Milik Negara (HIMBARA) Sulsel dan PT Bank Sulselbar menargetkan akan menyalurkan kredit Rp5,62 triliun ke beberapa sektor ekonomi. Sejak 2 Oktober 2020, PT Bank Sulselbar telah menerima dana dalam rangka Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) sebesar Rp1 triliun.

Adapun program perluasan akses keuangan sektor pariwisata di tahun 2020 melalui (TPAKD) hadir dengan program kerja pembentukan unit usaha Bumdes pembiayaan homestay, pembiyaan kuliner dan industri penunjang pariwisata.

Fasilitas akses keuangan sentra bisnis syariah dengan target program pembentukan Islamic Business Ecosystem melalui pembentukan sentra bisnis syariah dengan pemberdayaan masyarakat masjid dan pesantren.