Bupati-Wabup Tator Enggan Hadiri Karnaval Buntu Burake, JRM Hujan Kritik
Buntu Burake tak menyedot banyak pengunjung. Padahal ini termasuk even penting di Tator.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Bupati dan Wabup Tana Toraja tidak menghadiri kegiatan karnaval yang sudah dua hari berlangsung di objek wisata Buntu Burake. Ketidakhadiran bupati dan wabup diduga karena panitia tak berkoordinasi dengan pemda.
Imbasnya, acara karnaval sepi pengunjung. OPD-OPD yang diharapkan ikut meramaikan juga tak terlibat.
Ketua panitia Jhon Rende Mangontan (JRM) pun menjadi sasaran kritik. JRM dinilai tak becus dalam mengelola kegiatan kepariwisataan.
"Ketua panitianya ini tak becus. Masa acara besar begini tak koordinasi pemda. Coba seandainya ada koordinasi pasti ini kegiatan ramai sekali," ucap seorang ASN Tator.
Ia menyesalkan karnaval Buntu Burake tak menyedot banyak pengunjung. Padahal ini termasuk even penting di Tator.
"Inikan harusnya jadi even memperkenalkan Buntu Burake ke masyarakat luas. Tapi kalau begini efeknya tak terasa. Sepi pengunjung. Beda tahun kemarin," jelasnya.
Dia juga mengatakan bahwa pada saat pembukaan kegiatan karnaval tidak ada satu pun anggota DPRD kabupaten yang hadir. Warga mempertanyakan alasan JRM tak berkoordinasi dengan pemda.
"Kalau tidak salah itu yang saya lihat di lokasi hanya pak kajari, wakapolres dan staf ahli bupati sama humasnya. Ada juga Asisten III Pemprov Sulsel Tautoto Tanaranggina mewakili Gubernur Sulsel," ungkapnya.
Sebelumnya salah satu anggota DPRD Tana Toraja Kendek Rante menyoroti kegiatan karnaval ini. Kendek juga menuding panitia jalan sendiri tanpa koordinasi dengan pemda.
Hingga berita ini dimuat belum ada konfirmasi dari ketua panitia Jhon Rende Mangontan. PEDOMANMEDIA sudah berusaha menghubungi namun tidak direspons.
