Selasa, 24 Mei 2022 12:46

Pengadilan Ukraina Vonis Tentara Rusia Dipenjara Seumur Hidup

Tentara Rusia Vadim Shishimarin, 21, yang diduga melanggar hukum dan norma perang. (Int)
Tentara Rusia Vadim Shishimarin, 21, yang diduga melanggar hukum dan norma perang. (Int)

Kremlin belum mengeluarkan komentar atas vonis tersebut.

KIEV, PEDOMANMEDIA – Pengadilan Ukraina memvonis seorang tentara Rusia dengan hukuman penjara seumur hidup,  karena membunuh seorang warga sipil, pada Selasa (24/5/2022).

Kasus itu menjadi kasus pertama kejahatan perang di Ukraina yang disidangkan.

Vadim Shishimarin, komandan tank berusia 21 tahun, divonis bersalah atas pembunuhan Oleksandr Shelipov, 62 tahun, di desa Chupakhivka, Ukraina, pada 28 Februari, empat hari setelah Rusia melancarkan invasi, dilansir Viva.

Baca Juga

Hakim Serhiy Agafonov mengatakan Shishimarin, yang mendapat "perintah kejahatan" dari atasannya, telah menembak kepala korban dengan senjata otomatis.

"Mengingat bahwa kejahatan yang dilakukan adalah kejahatan terhadap perdamaian, keamanan, kemanusiaan dan aturan hukum internasional… pengadilan tidak melihat kemungkinan untuk menjatuhkan hukuman yang lebih singkat," kata hakim. Shishimarin, yang mengenakan sweter bertudung warna biru abu-abu, menyaksikan jalannya persidangan dari ruang kaca.

Dia tidak menunjukkan ekspresi apa pun ketika vonis dibacakan. Dia berdiri dengan kepala tertunduk selama persidangan, mendengarkan perkataan seorang penerjemah.

Persidangan yang dimulai pekan lalu itu menjadi simbol penting bagi Ukraina. Seorang pengacara internasional mengatakan bakal ada kasus-kasus kejahatan perang lain yang disidangkan. Ukraina menuduh Rusia melakukan tindakan kejam dan brutal terhadap warga sipil selama invasi. Kiev mengatakan telah mengidentifikasi lebih dari 10.000 dugaan kejahatan perang.

Rusia membantah telah menyerang warga sipil atau terlibat dalam kejahatan perang selama melakukan "operasi militer khusus" di Ukraina.

Kremlin belum mengeluarkan komentar atas vonis tersebut. Sebelumnya mereka mengaku tidak punya informasi tentang persidangan itu dan mengatakan bahwa tidak adanya misi diplomatik di Ukraina menyulitkan mereka untuk memberi bantuan.

Editor : Amrin
#Vaksinasi Booster #Desa Karelayu #Perang Rusia Ukraina # Tentara Rusia
Berikan Komentar Anda