Jumat, 17 Juni 2022 09:15

Varian BA.4-BA-5 Bikin Corona Ngamuk Lagi, ini Kekhawatiran Pengusaha

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Amirul berharap, kasus bisa lebih terkendali. Pemerintah juga diharapkan tak gegabah mengambil kebijakan pembatasan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Para pengusaha menyimpan kekhawatiran di tengah melonjaknya kembali kasus Corona dalam 3 pekan terakhir. Jika benar benar memuncak di bulan Juli, akan muncul resistensi baru bagi dunia usaha.

"Kalau kasus naik kami khawatir ada lagi kebijakan pembatasan yang lebih ketat. Ini akan sangat berdampak pada iklim dunia usaha," jelas Amirul Haq, pengusaha muda Sulsel, Jumat (117/6/2022).

Menurut Amirul, kondisi dunia usaha belum pulih akibat PPKM lebih dari setahun. Saat ini sektor jasa dan industri sedang berbenah dan tidak boleh diganggu oleh berbagai pembatasan.

Baca Juga

"Kalau ada pembatasan bisa memengaruhi psikologi dunia usaha. Kita khawatir pemulihan akan makin lama," ucapnya.

Amirul berharap, kasus bisa lebih terkendali. Pemerintah juga diharapkan tak gegabah mengambil kebijakan pembatasan.

"Saya kira tingkat kekebalan masyarakat makin baik. Tak perlu ada pembatasan yang buru-buru dan membuat sektor usaha panik," jelas Amirul.

Subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 menembus 1.200 kasus Rabu lalu(15/6/2022). Angka ini menjadi yang tertinggi sejak 15 April 2022.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengatakan, peta penyebaran subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 akan memuncak Juli nanti. Namun ia yakin takkan separah gelombang Delta.

"Melihat trennya, kemungkinan tidak akan separah Delta. Sampai saat ini masih cukup terkendali," jelas Menkes Budi.

Hanya saja kata Budi, masyarakat tetap harus mewaspadai penyebaran varian baru ini. Terutama dalam menekan mobilitas dan tetap menerapkan disiplin prokes.

Juru bicara Kementerian Kesehatan RI Mohammad Syahri juga memaparkan hal yang serupa. Menurutnya, prediksi puncaknya akan tiba pada pertengahan Juli mendatang.

"Subvarian baru ini lebih ringan gejalanya yang timbul berdasarkan laporan dari negara-negara yang sudah melaporkan. Kenaikan kasus bisa terjadi seperti prediksi Bapak Menteri Kesehatan mungkin di pertengahan Juli," ujarnya.

Meskipun demikian, ia menyebut masyarakat tidak perlu panik menyikapi kenaikan kasus Covid-19 kali ini. Pasalnya bercermin pada pengalaman sebelumnya, Indonesia sudah pernah melalui gelombang Covid-19 varian Delta dan Omicron. Hal terpenting adalah tetap menerapkan protokol kesehatan dan segera mendapatkan vaksinasi Covid-19.

Editor : Muh. Syakir
#Kasus Corona #Dunia Usaha
Berikan Komentar Anda