Muh. Syakir : Senin, 15 Agustus 2022 10:33

TATOR, PEDOMANMEDIA - Staf Khusus Bupati Toraja Utara, Salvius Patiung disoroti orang tua siswa dan sejumlah sekolah. Sorotan muncul setelah Salvius menerbitkan rekomendasi pengadaan alat tulis dan kantor (ATK) ke sekolah-sekolah di Toraja Utara.

Rekomendasi itu tertanggal 26 Februari 2022. Rekomendasi diteken langsung oleh Salvius. Isinya, meminta kepada kepala sekolah agar bekerja sama dengan salah satu pihak swasta yang ditunjuknya untuk pengadaan ATK.

Menurut sejumlah kepsek, ATK yang dimaksud meliputi beberapa item. Di antaranya alat tulis dan buku LKS yang diperjualbelikan kepada siswa SD dan SMP.

Rekomendasi ini kabarnya telah disosialisasikan kepada siswa dan mendapat penolakan dari orang tua. Lukas, salah satu orang tua siswa mengaku keberatan. Menurutnya, rekomendasi itu berbau pungli dan tanpa sepengetahuan bupati.

"Yang pertama saya mau

sampaikan apa dasarnya seorang staf khusus keluarkan surat rekomendasi ke sekolah-sekolah. Setahu saya staf khusus itu hanya memberikan nasihat kepada bupati soal kebijakan apakah kebijakan tersebut diterima bupati atau bagaimana itu hak bupati. Bukan memberi rekomendasi ke sekolah," kata Lukas, Senin (15/8/2022).

Menurut Lukas, rekomendasi itu aneh. Karena dikuasakan kepada seseorang dari pihak swasta. Lalu memerintahkan kepsek bekerja sama dengan pihak swasta tersebut.

"Sejak kapan staf ahli punya wewenang seperti itu. Ini harus diteliti. Jangan sampai ini rekomendasi akal akalan saja dari staf khusus," ketusnya.

Lukas meminta Bupati dan Sekda Torut meneliti kembali surat itu. Jika benar itu adalah inisiatif pribadi stafsus, maka bisa dikategorikan sebagai praktik pungli.

"Artinya kalau pungli punya implikasi hukum. Kami minta juga kejaksaan melakukan pengusutan. Pungutan ke siswa jelas melanggar Permenbud 75 soal Komite Sekolah sebagaimana pada Permendikbud 75 tahun 2016 pasal 12 bagian (a), dilarang menjual buku pelajaran, bahan ajar, perlengkapan bahan ajar, pakaian seragam, atau bahan pakaian seragam di sekolah," beber Lukas.

Sampai berita ini rilis, belum ada konfirmasi dari Salvius Patiung. PEDOMANMEDIA sudah berusaha menghubungi melalui sambungan WhatsApp dan telepon. Namun tidak direspons.