Lepas Mahasiswa KKLP, Dekan FSHI IAIN Bone: Formulasi Baru Berbasis Desa
KKLP tahun ini dilaksanakan dengan formulasi baru. KKLP IAIN Bone ini disebutnya memiliki cakupan yang lebih luas.
BONE, PEDOMANMEDIA - Sebanyak 394 mahasiswa Fakultas Syariah dan Hukum Islam (FSHI) IAIN Bone dilepas oleh Dekan FSHI Prof Abdulahanaa untuk melaksanakan Kuliah Kerja Lapangan dan Profesi (KKLP). Pelepasan digelar di kampus 1 IAIN Bone, Selasa (13/9/2022).
Peserta KKLP terdiri dari prodi Hukum Keluarga Islam (HKI) berjumlah 201 orang dan prodi Hukum Tata Negara (HTN) berjumlah 193. Mereka akan ditempatkan di 56 titik lokasi profesi, dan 41 titik untuk pengabdian masyarakat berbasis desa.
Dalam laporan Sekretaris Panitia Pelaksana KKLP FSHI tahun 2022, Mirwan Fikri Muhkam menyebutkan kegiatan yang melibatkan 48 dosen pembimbing dari homebase FSHI dan 97 pendamping ini akan berlangsung selama 2 bulan. Terhitung mulai 12 September- 12 November 2022 mendatang.
"Skedul kegiatan 1 bulan pelaksanaan kegiatan profesi seperti pada kantor- kantor dan lembaga, 1 bulan selanjutnya untuk kegiatan pengabdian masyarakat," lanjutnya.
Sementara itu, Dekan FSHI IAIN Bone mengatakan bahwa KKLP tahun ini dilaksanakan dengan formulasi baru. KKLP IAIN Bone ini disebutnya memiliki cakupan yang lebih luas dari KKLP sebelumnya.
"Kegiatan KKLP kali ini dilaksanakan dengan formulasi baru, di mana sebelumnya pengabdian masyarakat berbasis masjid saja dan sekarang cakupannya diperluas yakni berbasis desa," ungkapnya.
"Sehingga diharapkan kompetensi mahasiswa lebih meningkat baik dari segi ilmu maupun pengalaman," lanjutnya.
Sebelumnya, peserta ini mengikuti pembelakan KKLP yang dilaksanakan tanggal 12-13 September 2022. Pembekalan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor 3 bidang Kemasiswaan dan Kerjasama Lukman Arake.
Pada kesempatan itu, Lukman Arake berpesan bahwa seorang mahasiswa harus menunjukkan keberanian untuk terlibat langsung di masyarakat dan di pemerintahan.
"Mendarmakan segala ilmu yg didapatkan di dunia kampus untuk diterapkan di instansi-instansi maupun di masyarakat agar masyarakat betul merasakan kebermanfaatan ilmunya", tegasnya.
Selain itu diharapkan anakda menjaga nama baik almamater dengan menunjukkan peran seorang mahasiswa yang tetap mengedepankan adab," imbuhnya.
