TATOR, PEDOMANMEDIA - Proyek rabat beton di Lembang Ratte, Kecamatan Masanda, Tana Toraja menuai sorotan. Pasalnya proyek yang dialokasikan dari dana desa ini diduga menggunakan material 'oplosan'.
Material pasir yang dipakai bercampur lumpur. Proyek ini menelan anggaran Rp103 juta.
Dari pantauan PEDOMANMEDIA, tampak pasir yang digunkan terlihat kuning dan bercampur dengan lumpur. Lumpurnya bahkan terlihat lebih dominan.
Ketua tim pelaksana teknis kegiatan (TPK) Nober, tak menampik bahwa kualitas material yang mereka pakai memang sangat rendah. Pasirnya bercampur dengan lumpur.
"Mau diapa pak kalau itu ji pasir yang murah dan kebetulan ada di kampung kami. Ya mau tidak mau itu yang harus kita pakai. Terus terang yang di RAB itu yang kualitasnya yang bagus bukan pasir seperti itu," ungkap Nober, Selasa(4/10/2022).
Nober mengatakan, selain material yang tak tersedia, harga pasir 'oplosan' itu juga relatif murah.
"Di sini beda jauh dengan pasir dari luar. Ini lebih murah harganya. Di RAB Rp600 ribu tapi di sini kami beli hanya Rp500 per mobil sampai di lokasi. Jadi ada lah sedikit keuntungannya kita," terang Nober.
Nober juga mengungkapkan bahwa proyek ini diborongkan ke masyarakat. Meski melanggar aturan, tapi menurutnya itu terpaksa dilakukan agar tak merugi.
"Sebenarnya kalau kita bicara aturan tidak boleh karena memang dana desa tidak boleh diborongkan. Namun karena biasanya kita rugi kalau tidak diborongkan, di mana mau diambilkan dana kalau dananya kurang. Makanya kita borongkan saja sesuai yang ada di RAB Rp10 juta per patok dan ini 2 patok jadi 20 juta semua," bebernya.
BERITA TERKAIT
-
L-KONTAK Laporkan 4 Pemdes di Wajo ke Kejati Sulsel Terkait Korupsi Dana Desa
-
Masa Jabatan Kades Kini 8 Tahun, Sosiolog: Harusnya Dibarengi Peningkatan Kinerja
-
LAMAK Datangi Polda Sulsel, Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Kepala-kepala Desa di Selayar Tahun 2020-2023
-
Tahun Ini, Sulsel Kecipratan Rp2 Triliun Lebih Dana Desa
-
Minimalisir Penyelewengan, DPML Tator Terapkan Pengelolaan Keuangan Desa Berbasis Online