Sekolah Bisa Jadi Klaster Baru, NA Belum Izinkan Belajar Tatap Muka
Di beberapa daerah, rasio penyebaran bisa ditekan. Ritme ini membaik dari waktu ke waktu dan harus dipertahankan dengan tetap mendisiplinkan masyarakat.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Simulasi belajar tatap muka di Jawa Tengah diklaim berjalan cukup baik. Jateng akan melanjutkannya bulan ini. Sementara di Sulsel, Gubernur Nurdin Abdullah memilih menunda menerapkan uji coba itu.
"Untuk belajar tatap muka masih harus dipertimbangkan sisi baik buruknya. Pertimbangan utamanya adalah apakah siswa bisa menerapkan protokol kesehatan dengan baik atau tidak," ujar NA, Rabu (30/9/2020).
Menurut NA, sekolah bisa menjadi klaster baru jika penerapan protap kesehatan tak berjalan baik. Sistem pengawasan itulah yang harus dipastikan sebelum uji coba pembelajaran tatap muka.
NA menjelaskan, kasus Corona di Sulsel terus melandai. Di beberapa daerah, rasio penyebaran bisa ditekan. Ritme ini membaik dari waktu ke waktu dan harus dipertahankan dengan tetap mendisiplinkan masyarakat.
Dalam dua pekan angka Corona di RI masih cukup tinggi. DKI Jakarta masih menempati angka penambahan tertinggi sementara Sulsel terus menunjukkan penurunan dalam sepekan terakhir.
Selasa lalu Sulsel mencatat penambahan 59 kasus. Angka ini turun hampir setengah dari rata-rata penambahan per hari sejak bulan Juli lalu.
Sementara beberapa daerah dengan penambahan kasus di atas 100 masib didomisi Pulau Jawa. Di Indonesia timur, Gorontalo mencatat kenaikan cukup tinggi yakni 87 kasus pada Selasa lalu. Gorontala melampaui Sulsel dalam penambahan harian.
Pada Selasa (29/9/2020) terdapat lebih dari 4.000 kasus baru. 128 pasien juga dilaporkan meninggal dunia hingga total korban meninggal akibat Corona sudah mencapai 10.601 orang.
Presiden Joko Widodo dalam pertemuan Selasa lalu mengatakan, angka kematian di Indonesia lebih tinggi dari angka rata-rata dunia. Indonesia mencapai 3,77 persen dan rata-rata kasus kematian Corona di dunia 3,01 persen.
Jokowi juga memaparkan kasus aktif Corona di Indonesia menyentuh angka 22,46 persen. Angka ini lebih rendah dari rata-rata dunia 23,13 persen.
Menurut NA, angka-angka itu menjadi pertimbangan untuk melakukan simulasi belajar tatap muka. Kajian soal ini tengah dipertimbangkan sambil menunggu sampai pandemi benar-benar aman.
