5 Instruksi Mentan SYL Hadapi Krisis Pangan di Papua Barat
SYL menekankan, dalam hal ini diperlukan program aksi budi daya, pascapanen, hingga proses penggilingan padi.
MANOKWARI, PEDOMANMEDIA - Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL), menekankan lima poin saat memimpin rapat koordinasi (rakor) bersama para kepala daerah di Provinsi Papua Barat. Poin ini seluruhnya merujuk pada penguatan pangan.
"Ada lima hal yang harus dilakukan Pak Gubernur (Penjabat Gubernur Papua Barat, Paulus Waterpauw)," kata Mentan SYL saat memberikan arahan dalam rakor yang berlangsung di salah satu hotel di Kabupaten Manokwari, Selasa (25/10/2022).
Pertama, kata SYL, mantapkan program dan konsepsi. Tentu dalam konsepsi semua harus di bawah pengendalian kepala dinas.
Kedua, koordinasi kelembagaan. Koordinasi harus sampai ke desa. Kata SYL, ada gugus tugas pusat, provinsi, kabupaten, hingga desa. Semua harus padu bekerja untuk penguatan pertanian.
Ketiga, siapkan sumber daya manusia (SDM) yang menangani pertanian termasuk petaninya. SYL menekankan, dalam hal ini diperlukan program aksi budi daya, pascapanen, hingga proses penggilingan padi.
Keempat, maksimalkan kredit usaha rakyat (KUR). Kelima, siapkan mitra dan permodalan.
"Satu bulan ini perbaikan konsep dan program. Realistis tidak main-main. Jujur-jujur saja. Tugasnya siapkan lahan yang benar dan cocok," terangnya.
Setelah selesai di pertanian, kata dia, baru dilanjutkan dengan perkebunan, seperti kopi, sawit, cokelat, dan kelapa. Namun, harus dilakukan pengawasan sampai pabriknya.
