Rabu, 18 Januari 2023 13:12

Komis III DPRD Torut Soroti Proyek Alun-alun Kota: Pemborosan

Proyek alun-alun Kota Rantepao.
Proyek alun-alun Kota Rantepao.

Harun mengatakan dengan nilai anggaran Rp5,8 miliar seharusnya alun alun tampil lebih baik.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua Komisi III DPRD Toraja Utara Harun Rante Lembang menyoroti proyek pembangunan alun-alun Kota Rantepao. Proyek ini dinilai terlalu banyak menyedot anggaran.

"Kalau saya lihat proyek alun-alun kota itu proyek pemborosan. Menyedot anggaran sampai Rp5,8 miliar itu sangat luar biasa. Sementara yang kelihatan hanya lumbungnya dengan besaran volume lumbung sebanyak 4 buah kemudian selebihnya itu kan keramik. Saya ini terlalu boros," jelas Harun kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (18/1/2023).

Harun mengatakan, secara teknis banyak sisi yang harus dibenahi. Salah satunya alternatif penggunaan batu alam yang mestinya dipikirkan dari awal agar kelihatan lebih estetik.

Baca Juga

"Bagusnya kalau mereka pake batu alam, atau keramik yang ada motif alamnya. Supaya jangan kayak begitu kelihatan memang bahwa keramik dan itu memiliki nilai yang bagus. Batu alam juga lebih murah," jelasnya.

Harun mengatakan dengan nilai anggaran Rp5,8 miliar seharusnya alun alun tampil lebih baik. Menurutnya, secara desain juga kurang bagus. Banyak bagian bagian yang membuat bangunan terlihat sempit.

"Nilainya Rp 5,8 miliar itu terlalu pemborosan cuma dibuat seperti kotak-kotak di dalam dan banyaknya kotak-kotak akan semakin kelihatan sempit. Kemudian banyak juga material yang dibuang dari dalam. Banyak juga tanah yang dibuang dari dalam. Seandainya perencanaannya bagus kan material tinggal ditimbun. Alun-alun juga agak tinggi dan jauh lebih bagus dari pada volume tanah yang dibuang dan itu kan memakan biaya juga," tegas Harun.

Sebelumnya, pelaksana proyek alun-alun kota Rantepao diberi deadline hingga Februari 2023 untuk menyelesaikan pekerjaannya. Jika tenggat waktu itu tak bisa dipenuhi, pemkab akan melakukan pemutusan kontrak.

Proyek alun alun kota bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah, (APBD), melalui Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (Dinas Perkimtan) dengan nilai kontrak Rp5,8 miliar. Proyek dikerjakan oleh PT Sulpi Sukses Abadi.

Progres pencairan anggaran disebut sudah mencapai 57% atau Rp2 miliar lebih dari total anggaran. Namun untuk saat ini bobot pengerjaannya juga sudah naik sekitar 75%.

Proyek ini ditarget rampung Februari 2023. Proyek harusnya kelar Desember 2022. Namun molor dari tenggat waktu.

 

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Alun alun Rantepao
Berikan Komentar Anda