Senin, 23 Januari 2023 18:54

Survei Algoritma: Puan Punya Resistensi Tinggi, Jika Nyapres tak Akan Dipilih

Puan Maharani
Puan Maharani

Presentase tersebut terbilang buruk karena kompetitor-kompetitor Puan relatif memiliki elektabilitas yang lebih baik

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Lembaga survei Algoritma Research and Consulting melihat politisi PDIP Puan Maharani memiliki resistensi publik tinggi. Jika didorong maju sebagai calon presiden, Puan tidak akan dipilih.

“Tokoh publik yang lain yang sangat tinggi resistensinya, yaitu enggak akan dipilih kalau mereka dicalonkan, yaitu Ibu Puan Maharani, sampai 18,6 persen,” kata Direktur Riset dan Program Algoritma Research and Consuting, Fajar Nursahid, dikutip Kompas.com, Senin (23/1/2023).

Angka ini membuat Ketua DPR RI itu menjadi politikus dengan resistensi paling tinggi untuk maju sebagai calon presiden (capres) pada 2024. Di saat yang sama, hasil survei Algoritma juga mencatat elektabilitas Puan Maharani hanya 0,4 persen.

Baca Juga

Presentase tersebut terbilang buruk karena kompetitor-kompetitor Puan relatif memiliki elektabilitas yang lebih baik dan resistensi tak sebesar dirinya. Menteri Perhubungan Prabowo Subianto, misalnya, memiliki resistensi sebesar 4,8 persen dengan tingkat elektabilitas 16,6 persen.

Eks Gubernur DKI Jakarta sekaligus bakal capres yang dideklarasikan Partai Nasdem, Anies Baswedan mendapat 3,7 persen angka resistensi dengan elektabilitas 18,7 persen.

Lalu, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono atau AHY memiliki resistensi sebesar 3,3 persen dengan elektabilitas 2,3 persen.

Nama-nama lain, seperti Menteri BUMN Erick Thohir, Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Menteri Pariwisata Sandiaga Uno, atau Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mencatat resistensi publik tak sampai 3 persen. Fajar menilai, rendahnya resistensi publik terhadap Ganjar, Prabowo, dan Anies, sebagai tiga politikus dengan elektabilitas tertinggi sejauh ini, membuat ketiganya berpeluang besar maju sebagai capres 2024.

“Kalau membaca ini ada kabar baik juga bahwa sebetulnya nama-nama yang di tiga besar itu sebetulnya tidak semengerikan hingga membuat yang kita bayangkan,” ujarnya.

Survei Algoritma dilakukan pada 19-30 Desember 2022, dengan melibatkan 1.214 responden yang terbagi secara proporsional berdasarkan jumlah pemilih di seluruh provinsi di Indonesia. Kemudian, dengan margin of error kurang lebih 3 persen, dan tingkat kepercayaan sebesar 95 persen.

Sebanyak 1.214 responden yang terlibat dalam survei ini diwawancara secara tatap muka menggunakan kuesioner yang dilakukan oleh 66 enumerator.

 

Editor : Muh. Syakir
#Puan Maharani
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer