Senin, 20 Maret 2023 12:24

Ketua MA Singgung Tertangkapnya 2 Hakim Agung: Sejarah Buruk Peradilan RI

Ketua MA Singgung Tertangkapnya 2 Hakim Agung:  Sejarah Buruk Peradilan RI

Syarifuddin meminta saran dan masukan dari berbagai pihak agar upaya perbaikan di lembaga kehakiman dapat berjalan dengan lancar

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Ketua Mahkamah Agung (MA) Syarifuddin angkat suara terkait kasus penangkapan dua hakim agung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Ia mengatakan, kasus tersebut menjadi sejarah buruk dunia peradilan di Indonesia.

"Kita tengah menghadapi krisis kepercayaan publik saat ini. Setelah penangkapan dua hakim agung ini menjadi guncangan bagi dunia peradilan. Bahkan menjadi sejarah buruk," ujar Syarifuddin dalam HUT ke-70 Ikatan Hakim Indonesia, Senin (20/3/2023).

Syarifuddin mengatakan tidak mudah membangun kembali kepercayaan publik kepada hakim. Kendati demikian, Syarifuddin menegaskan MA tidak akan pernah menyerah.

Baca Juga

"Dan menjadi sejarah buruk bagi perjalanan peradilan Indonesia. Saya menyadari bahwa tidak mudah untuk membangun kembali kepercayaan publik," ujarnya.

"Saya menyadari bahwa tidak mudah untuk membangun kembali kepercayaan publik, akan tetapi Mahkamah Agung dan badan peradilan tidak akan pernah menyerah untuk terus melakukan pembenahan di tubuh lembaga ini," imbuh Syarifuddin.

Kendati demikian, Syarifuddin meminta saran dan masukan dari berbagai pihak agar upaya perbaikan di lembaga kehakiman dapat berjalan dengan lancar

"Namun meskipun demikian, sangat diperlukan adanya saran dan masukan dari berbagai pihak, termasuk dari para akademisi dari tokoh-tokoh nasional dan masyarakat agar upaya perbaikan yang dilakukan dapat berjalan dengan cepat melalui pelibatan berbagai pihak," ungkap dia.

Sebagai informasi, dua hakim agung menjadi terjerat kasus suap. Kedua hakim MA tersebut diduga menerima suap dalam kasus pengurusan perkara di MA. Selain dua hakim agung, sejumlah pegawai MA terseret dalam kasus tersebut.

Editor : Muh. Syakir
#Mahkamah Agung
Berikan Komentar Anda