Senin, 29 Mei 2023 21:57

Usai Bentrok Polisi, Malam ini Mahasiswa Duduki Rumah Jabatan Bupati Tator

Mahasiswa menduduki rumah jabatan Bupati Tator.
Mahasiswa menduduki rumah jabatan Bupati Tator.

Ia mengaku tidak akan meninggalkan rujab sebelum Bupati Theofilus menemui mereka.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Pengunjuk rasa masih bertahan di rumah jabatan Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung hingga malam ini. Mahasiswa mengancam akan menyegel rumah jabatan jika Bupati Theo tak bersedia menemui mereka.

Dari pantauan PEDOMANMEDIA, di depan rujab bupati para pendemo berorasi secara bergantian. Mereka meneriakkan yel yel hidup mahasiswa.

Mereka juga membacakan tuntuan mengenai kondisi jalan di Simbuang-Mappa' yang belum direalisasikan pembangunannya. Mahasiswa mengatakan, Bupati Theo sudah membohongi masyarakat Simbuang-Mappa'.

Baca Juga

"Pak bupati tolong temui kami di sini, jangan hanya di dalam tidur. Kami datang menagih janji bapak waktu pertemuan dengan kami beberapa waktu yang lalu. Yang katanya mau menganggarkan Rp3 miliar untuk jalan Simbuang - Mappa'. Dan yang terealisasi hanya Rp1 miliar," ungkap salah seorang pengunjuk rasa.

Sementara itu kordinator aksi, Oktovianus saat ditemui di rujab bupati mengaku tidak akan meninggalkan rujab sebelum Bupati Theofilus menemui mereka.

"Kami tidak akan pulang sebelum bertemu Bupati. Itu komitmen kami saat ke tempat ini. Kami jauh-jauh dari Makassar dan Simbuang untuk menyuarakan keadaan daerah kami. Pantang pulang sebelum ada hasil," kata Oktovianus.

Mahasiswa Simbuang-Mappa' sejak pagi tadi berunjuk rasa di dua titik. Yakni di kantor bupati dan rujab bupati.

Menjelang sore pengunjuk rasa berkumpul di rujab. Jumlah mereka bertambah hampir dua kali lipat dari aksi di pagi harinya.

Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappa' ( IPPEMSI) Makassar dan Ipsim berunjuk rasa menagih janji Bupati Theofilus Allorerung untuk menyelesaikan jalan poros Simbuang Mappa'.

Selain berorasi, para pengunjuk rasa juga membakar ban bekas. Mereka juga menabur lumpur di depan pintu masuk kantor Bupati sebagai wujud kekecewaan.

Jenderal lapangan aksi, Sandi Karase menyebut Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung tidak komitmen dengan janjinya. Bupati dinilai diskriminatif terhadap warga Simbuang-Mappa'.

"Kami menuntut janji bupati pada saat kami ketemu bulan 9 lalu untuk menganggarkan Rp3 miliar untuk jalan poros Simbuang Mappa'. Namu sampai saat ini tidak ada realisasinya. Makanya kami ke sini lakukan unjuk rasa dan membawa lumpur dari Simbuang Mappa'. Kami hambur di depan kantor bupati supaya beliau tahu jalan poros Simbuang Mappak saat ini seperti apa," kata Sandy.

Sandy lalu membacakan tuntutan param pengunjuk rasa. Di antaranya,

- Menuntut realisasi janji Bupati Tator mengalokasikan anggaran Rp3 M untuk jalan poros Simbuang Mappak.

- Menuntut penuntasan jalan kabupaten ruas Tanete Butang - Butang kecamatan Mappa dan ruas jalan puangbembe - Masewa Kecamatan Simbuang.

- Realisasi visi misi dan program bupati dan wakil bupati.

Dari pantauan PEDOMANMEDIA di lapangan, aksi ini berakhir ricuh. Terjadi saling dorong antara aparat dan mahasiswa. Yang kemudian berujung pada gesekan fisik.

Adu jotos tak terhindarkan saat pengunjuk rasa memaksa masuk. Namun beberapa saat kemudian, aparat berhasil mengendalikan situasi.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Bupati Tator Theofilus Allorerung #Unjuk Rasa Mahasiswa
Berikan Komentar Anda