Unjuk Rasa di Kantor Bupati Tator Ricuh, Mahasiswa-Aparat Adu Jotos
Terjadi adu jotos antara pendemo dengan aparat saat pengunjuk rasa memaksa masuk.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Simbuang Mappak ( IPPEMSI) Makassar dan Ipsim berunjuk rasa di depan kantor Bupati Tana Toraja, Senin (29/5/2023). Mereka menagih janji Bupati Theofilus Allorerung untuk menyelesaikan jalan poros Simbuang Mappa'.
Selain berorasi, para pengunjuk rasa juga membakar ban bekas. Mereka lalu menabur lumpur di depan pintu masuk kantor Bupati sebagai wujud kekecewaan.
Jenderal lapangan aksi, Sandi Karase menyebut Bupati Tana Toraja Theofilus Allorerung pembohong. Menurutnya, bupati tidak komitmen dengan janjinya.
"Kami menuntut janji bupati pada saat kami ketemu bulan 9 lalu untuk menganggarkan Rp3 miliar untuk jalan poros Simbuang Mappa'. Namu sampai saat ini tidak ada realisasinya. Makanya kami ke sini lakukan unjuk rasa dan membawa lumpur dari Simbuang Mappa'. Kami hambur di depan kantor bupati supaya beliau tahu jalan poros Simbuang Mappak saat ini seperti apa," kata Sandy.
Sandy lalu membacakan tuntutan param pengunjuk rasa. Di antaranya,
- Menuntut realisasi janji Bupati Tator mengalokasikan anggaran Rp3 M untuk jalan poros Simbuang Mappak.
- Menuntut penuntasan jalan kabupaten ruas Tanete Butang - Butang kecamatan Mappa dan ruas jalan puangbembe - Masewa Kecamatan Simbuang.
- Realisasi visi misi dan program bupati dan wakil bupati.
Dari pantauan PEDOMANMEDIA di lapangan, aksi ini berakhir ricuh. Terjadi saling dorong antara aparat dan mahasiswa. Yang kemudian berujung pada gesekan fisik.
Terjadi adu jotos antara pendemo dengan aparat saat pengunjuk rasa memaksa masuk. Namun beberapa saat kemudian, aparat berhasil mengendalikan situasi.
Hingga siang ini massa masih menduduki kantor Bupati Tana Toraja.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
