Positif Covid-19 di Sulsel Meningkat, NA: Faktor Pilkada
Dominan kasus positif di Sulsel adalah orang tanpa gejala (OTG). Selain hotel sebagai lokasi karantina yang ada di Sulsel, pada pertemuan ini Nurdin juga menyampaikan, lokasi isolasi akan dibuka di beberapa daerah, bukan hanya di Kota Makassar.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Jumlah positif Covid-19 di Sulsel meningkat menjadi 27.905 orang, sembuh 22.460 orang. Peningkatan kasus itu terjadi karena berbagai pelaksanaan kegiatan, seperti Pilkada.
Peningkatan ini karena jumlah pemeriksaan spesimen untuk diagnosis juga meningkat hampir dua kali lipat. Seperti halnya pada pemeriksaan 4.061 spesimen hari ini, ditemukan 569 orang. Dengan Rt 1,33. Kejadian dominan di Kota Makassar 293 kasus, Sinjai 49 kasus, dan Gowa 41 kasus. Sebelumnya, pemeriksaan spesimen di kisaran 2.000-an sampel per hari.
"Kenaikan kasus ini tentu diakibatkan beberapa event, yang paling dominan adalah faktor Pilkada. Kenaikan kasus ini juga dibarengi dengan kenaikan (pemeriksaan) spesimen. Jadi spesimen kita juga naik dua kali lipat, kalau sebelumnya kami memeriksa 1.200-1.300, sekarang sudah hampir 4.000 sampel," terangnya pada acara Outlook Sulsel 2021, di Hotel Gammara, Rabu (23/12/2020) kemarin.
Ia mengatakan, pemeriksaan semakin masif karena dikhawatirkan virus mudah menyebar. Semakin ditemukan kasus positif, tentu akan semakin menurunkan angka penularan.
"Mudah-mudahan ini adalah sebuah kegiatan yang akan menyatukan langkah kita. Terutama, memutus mata rantai penularan Covid-19 di Sulsel," harapnya.
Ia menyatakan, hal yang harus dipahami bersama adalah upaya dalam memutus mata rantai Covid-19. Pengalaman yang ada, Sulsel berada di urutan kelima jumlah kasus Covid-19. Bahkan tertinggi di luar Pulau Jawa.
"Upaya kita dengan memutus mata rantai ini dengan memperbanyak labaratorium dan spesimen. Akhirnya terus terjadi penurunan. Sama sekarang ini, ini dampak dari Pilkada kemarin, kita berharap kasus positif ini menurun," paparnya.
Dominan kasus positif di Sulsel adalah orang tanpa gejala (OTG). Selain hotel sebagai lokasi karantina yang ada di Sulsel, pada pertemuan ini Nurdin juga menyampaikan, lokasi isolasi akan dibuka di beberapa daerah, bukan hanya di Kota Makassar.
