JAYAPURA, PEDOMANMEDIA - Petisi Rakyat Papua (PRP) menolak Otonomi Khusus Jilid II di Tanah Papua dan mendesak untuk diberikan penentuan nasib sendiri bagi West Papua. Agenda perumusan itu telah dilakukan selama satu Minggu.
"Kami Petisi Rakyat Papua menyatakan sikap dalam perumusan-perumusan agenda yang kami lakukan selama satu minggu. Kami merumuskan, memperdebatkan bagimana rakyat Papua terlibat aktif di kampung-kampung seluruh wilayah teritorial West Papua dan seluruh wilayah Indonesia serta di dunia," ujar Jubir Nasional PRD Sem Awom.
Dalam konsolidasi-konsolidasi itu PRP melihat rakyat lebih aktif rakyat ingin bahwa negeri ini dibebaskan.
"Otonomi Khusus merupakan suatu kebijakan yang dipaksakan oleh pemerintah republik Indonesia. Yang hari ini rakyat menjadi penonton di seluruh wilayah Papua," jelas Awom.
"Untuk itu kami merumuskan beberapa agenda sebagai berikut, untuk menyatakan sikap kami untuk memikul penderitaan rakyat Papua dalam memperjuangkan kemerdekaan Papua," bebernya.
Berikut pernyataan sikap PRP Papua:
1. Petisi rakyat Papua adalah manifestasi politik rakyat Papua Barat yang menolak keberadaan Otonomi Khusus di West Papua.
2. Perisi rakyat Papua akan mengawal sikap rakyat west Papua untuk memperjuangkan Hak Penentuan Sendiri secara damai dan demokratis.
3. PRP bersepakat untuk melanjutkan penggalangan Petisi Rakyat Papua untuk tahapan kedua.
4. PRP menolak segala macam kompromi dan repretasi politik diluar dari sikap rakyat West Papua melalui petisi rakyat Papua.
5. PRP mendesak Jakarta menghentikan pembahasan revisi Otsus dan mendengar sikap dan tuntutan rakyat west Papua melalui petisi rakyat Papua.
6. PRP berkomitmen untuk mendorong persatuan demokratik dalam perjuangan pembebasan nasional west Papua.