Kamis, 07 Januari 2021 20:33

Ribuan Rakyat Papua Tandatangani Petisi Tolak Otsus II

Ilustrasi/Istimewa
Ilustrasi/Istimewa

Menurut Juru Bicara Nasional PRP, Samuel Awom, penolakan itu merupakan manifestasi politik rakyat Papua Barat.

PAPUA, PEDOMANMEDIA - Ribuan rakyat Papua sepakat menolak Otonomi Khusus (Otsus) II. Mereka telah menandatangani petisi penolakan.

Petisi kedua pun akan segera diluncurkan. Mereka yang menolak Otsus kedua itu tergabung dari ratusan organisasi. Menyatu pada satu wadah, yakni Petisi Rakyat Papua (PRP).

Menurut Juru Bicara Nasional PRP, Samuel Awom, penolakan itu merupakan manifestasi politik rakyat Papua Barat.

Baca Juga

PRP lanjutnya, akan terus mengawal sikap rakyat Papua guna memperjuangkan haknya dalam menentukan nasib sendiri secara damai dan demokratis.

Apalagi masuknya Papua ke dalam NKRI dianggap cacat sejarah. Sehingga terus memicu keinginan untuk penentuan nasib sendiri.

"Kami mendesak Jakarta menghentikan pembahasan revisi Otsus, mendengar sikap dan tuntutan rakyat West Papua melalui PRP. Kami berkomitmen mendorong persatuan demokratik dalam perjuangan pembebasan nasional West Papua," pungkas Samuel dalam keterangan resminya, Kamis (07/01/2021).

Lanjut Samuel mengatakan, jika Otsus adalah kebijakan politik yang gagal. Yang akan berakhir di tahun ini.

Hanya saja, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian disebut berencana memperpanjang Otsus II hingga 20 tahun ke depan. Tujuannya untuk percepatan pembangunan di Papua.

"Tokoh Papua dari Komunitas Green Papua Yohanes Giyai menilai Otsus adalah kebijakan politik yang gagal selama 20 tahun terakhir. Otsus mau dilanjutkan atau tidak, kembali kepada rakyat Papua yang menjadi subjek dan objek. Akan keliru ketika Jakarta mencoba mengambil alih," pungkas Samuel.

Untuk diketahui, Otsus telah diatur dalam Undang-undang nomor 21 tahun 2001. Peraturan ini disahkan di Jakarta pada 21 November 2001 oleh Presiden ke-4 RI, Megawati Soekarnoputri. Otsus memberikan hak dana khusus dan kewenangan lebih bagi Papua dibanding daerah lain di Indonesia.

Penulis : Jackson Ikomou
Editor : Budi Santoso
#West Papua #Otonomi Khusus #Otsus II
Berikan Komentar Anda