Rabu, 13 Januari 2021 17:07

Otsus Jilid II Papua Dinilai Hanya Menambah Pertumpahan Darah Bukan Mewakili Rakyat

Juru Bicara Internasional Petisi Rakyat Papua (PRP), Victor Yeimo.
Juru Bicara Internasional Petisi Rakyat Papua (PRP), Victor Yeimo.

Data-data realitas penderitaan bangsa Papua di bawah Otsus telah tersaji dalam segala kajian yang menunjukkan tidak ada harapan dan jaminan tanah dan manusia Papua dalam kekuasaan kolonial Indonesia.

PAPUA, PEDOMANMEDIA- Ratusan organisasi sipil menyatakan menolak Otsus jilid II. Kelompok oportunis Filep Wamafma di Pansus DPD RI yang ngotot revisi Otsus dinilai akan terjadi pertumpahan darah bukan mewakili rakyat.

"Kalian benar-benar sedang merendahkan dan menghancurkan martabat dan harga diri bangsa Papua, disaat rakyat West Papua dengan kesadaran politiknya mendesak solusi politik yang baru setelah Otsus gagal 20 tahun. Begitu biadabnya kalian menyederhanakan konflik Papua di atas darah yang terus saja mengalir tiada henti," ungkap Juru Bicara Internasional Petisi Rakyat Papua (PRP), Victor Yeimo.

Lebih lanjut Kata Victor, data-data realitas penderitaan bangsa Papua di bawah Otsus telah tersaji dalam segala kajian yang menunjukkan tidak ada harapan dan jaminan tanah dan manusia Papua dalam kekuasaan kolonial Indonesia. Kalian justru membunyikan loceng kematian orang Papua dengan pemekeran 5 Provinsi.

Baca Juga

"Semua harus pahami, Otsus tidak dapat disederhanakan hanya tentang pemekaran dan penambahan dana. Itu sudah gagal. Otsus mempertarukan status konflik politik Papua versus Indonesia. Status Otsus di tanah Papua harus ditempatkan dalam konteks mewujudkan hak penentuan nasib sendiri. Itulah mandat dekolonisasi yang harus diwujudkan oleh Indonesia sampai rakyat Papua benar-benar merdeka," ujarnya.

Maka lanjutnya, perlu ada solusi politik yang damai. Tidak dengan rekayasa kelanjutan Otsus. Semua pihak harus terlibat mendorong solusi politik untuk mengakhiri konflik berdarah-darah dan segala bentuk penindasan yang terus terjadi. Melanjutkan Otsus itu sama dengan melanjutkan penindasan. Hanya penjahat kemanusiaan dan lingkungan yang ngotot melanjutkan.

"Komplotan oportunis Filep Wamafma, Yoris Raweyai cs kalian harus pahami rakyat kami sedang berjejer membentuk kekuasaan politiknya sendiri. Rakyat kami menolak tunduk. Rakyat kami akan pajang nama -nama anda dalam lembaran penderitaan bangsa ini. Kami akan melanjutkan perlawanan dengan damai sampai kemerdekaan benar-benar tercapai," jelasnya.

Sebelumnya, Anggota DPD RI asal Papua Barat Filep Wamafma menilai UU nomor 21 tahun 2001 tentang Otonomi Khusus (Otsus) Papua harus dievaluasi menyeluruh dan ruang aspirasi terkait Otsus sebaiknya hanya satu pintu yaitu melalui Majelis Rakyat Papua/ Papua Barat (MRP/MRPB) bersama Pemerintah Provinsi.

"UU Otsus Papua harus dievaluasi total. Dan dalam politik hukum Otsus, ruang aspirasi mengenai perubahan Papua, termasuk di dalamnya mengenai aspirasi Otsus, sebaiknya melewati 'satu pintu' yaitu MRP/MRPB bersama Pemerintah Provinsi agar ada ketaatan terhadap ruang delegasi kepemimpinan," kata Filep di Jakarta.

Penulis : Jackson Ikomou
Editor : Jusrianto
#Otsus II #Pertumpahan Darah
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer