JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Lembaga Survei Indonesia (LSI) merilis tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Presiden Joko Widodo (Jokowi). Kepuasan terhadap kinerja Jokowi kini menyentuh 76% atau naik 6% dari sebelumnya, 70%.
Tetapi angka ini melorot dibanding pencapaian di bulan Juli 2023 yang ada di level 82%. Pencapaian edisi Juli menjadi yang tertinggi sejak pemerintahannya.
Survei digelar selama 3-5 Desember 2023. Pemilihan sampel dilakukan melalui metode random digit dialing (RDD) dengan melibatkan sebanyak 1.426 responden.
Wawancara dengan responden dilakukan lewat telepon oleh pewawancara yang dilatih. Margin of error diklaim diperkirakan +- 2,6% pada tingkat kepercayaan 95% asumsi simple random sampling.
"Kita juga memotret persepsi masyarakat terhadap presiden. Tingkat kepuasan masyarakat pada awal Desember 2023 ini di angka 76%. Kalau digabungkan di antara yang sangat puas dengan cukup puas," kata Direktur Eksekutif LSI Djayadi Hanan dalam konferensi pers secara virtual, Minggu (10/12/2023).
Djayadi mengatakan angka kepuasan kepada Jokowi ini meningkat dari angka di survei sebelumnya sebesar 70%. Namun, sebutnya, tingkat kepuasan di akhir tahun ini masih belum melebihi angka pada bulan Juli yakni sebesar 82%.
"Kalau kita lihat trennya, memang dibandingkan dengan 1,5 bulan lalu pada Oktober (70%), itu mengalami peningkatan positif tapi ini belum mencapai angka seperti pada Juli 2023 yang kami temukan. Saat itu mencapai angka tertinggi 82%," ujar dia.
Djayadi memaparkan sejumlah alasan responden yang memilih puas dengan kinerja Jokowi. Alasan yang paling banyak dipilih ialah bantuan kepada masyarakat ekonomi bawah.
"Lalu alasan-alasan mengapa masyarakat menyatakan puas. Itu alasan paling tinggi adalah pemerintah atau presiden memberikan bantuan kepada rakyat kecil," katanya.
Berikut alasan puas dengan kinerja Jokowi menurut LSI:
- Memberi bantuan kepada rakyat kecil 33,4%
- Membangun infrastruktur 24,9%
- Kinerjanya sudah bagus 18,3%
- Orangnya merakyat 7,0%
- Orangnya baik 3,0%
- Mengurangi kemiskinan 1,1%
- Pemerataan pendapatan 0,8%
- Mengendalikan harga kebutuhan pokok 0,5%
- Pemberantasan korupsi 0,1%
- Lainnya 5,8%
- Tidak tahu/tidak jawab 5,0%
Berikut alasan tidak puas dengan kinerja Jokowi menurut LSI:
- Bantuan tidak merata 19,4%
- Kinerjanya buruk 17,1%
- Harga kebutuhan pokok meningkat 9,7%
- Kurang berpihak kepada rakyat kecil 8,8%
- Lapangan kerja/pengangguran 8,2%
- Utang negara semakin tinggi 4,4%
- Kemiskinan tidak berkurang 4,0%
- Penegakan hukum semakin buruk 3,3%
- Politik dinasti 3,1%
- Gagal memberantas korupsi 2,1%
- Ketimpangan pendapatan 1,9%
- Kualitas pendidikan buruk 1,3%
- Tidak suka Jokowi 1,0%
- Kurang mampu memimpin 0,9%
- Cawe-cawe penentuan capres 0,8%
- Dikendalikan oleh partai 0,4%
- Otoriter 0,0%
- Lainnya 8,9%
- Tidak tahu/tidak jawab 4,7%
BERITA TERKAIT
-
Thomas Djiwandono jadi Wamen Keuangan, Sudaryono Wamen Pertanian
-
Jokowi Sentil Perizinan di Instansi Pemerintah: Sama Saja, Urusnya Ruwet
-
Jokowi Libatkan BPK Menuju Transisi Pemerintahan: Awasi Uang Rakyat!
-
Blusukan ke Pasar Cekkeng Bulukumba, Jokowi Beli Jeruk dan Lombok
-
Hari ini Jokowi ke Bulukumba, akan Blusukan ke Pasar Rakyat Cekkeng