Dulu Dicap Kumuh, Kini tak Ada Lagi Warga Miskin Ekstrem di Kecamatan Mariso
Berkurangnya populasi kemiskinan karena pendekatan program sosial ekonomi pemerintah berjalan cukup efektif.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Kecamatan Mariso melakukan pendataan angka pendapatan penduduk untuk merasionalisasi jumlah warga miskin ekstrem. Saat ini angka rata rata pendapatan per hari warga Mariso di atas Rp11.000.
"Artinya kita masih di atas angka rata-rata kategori miskin ekstrem. Di Makassar itu ada 4 kecamatan yang masuk miskin ekstrem, dan Mariso itu itu tidak masuk," ujar Kepala Seksi (Kasi) Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Kecamatan Mariso, Must Alie, kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (24/01/2024).
Menurut Alie, dalam peta penyebaran penduduk per kelurahan tercatat tidak ada lagi kelurahan di Mariso yang dihuni warga miskin ekstrem. Tren ini membaik dalam 5 tahun terakhir.
"Kita kan ada namanya itu di data kembali kemiskinannya, kita data sesuai dengan penghasilannya setiap hari berapa. Itu kalau untuk standar internasional Rp11.000 per hari kalau di bawah itu berarti sudah masuk kemiskinan ekstrem," kata Alie.
Dikatakan Alie rata-rata pendapatan warga kecamatan Mariso di atas standar internasional. Malahan ada 1 kelurahan di Kecamatan Mariso yang sudah tidak ada masyarakatnya yang masuk kategori miskin.
"Rata-rata sekarang di atas semua mi penghasilannya itu. Jadi Mariso itu tidak ada mi, malahan Kelurahan Mario itu tidak ada kategori miskin," ungkap Alie.
Dikatakan Alie, berkurangnya populasi kemiskinan karena pendekatan program sosial ekonomi pemerintah berjalan cukup efektif. Program dinilai menyentuh kepentingan rakyat secara langsung.
Padahal dulu Mariso dikenal sebagai salah satu wilayah paling kumuh di Makassar. Wilayah masuk salah satu daerah terbelakang secara sosial ekonomi pada dua dekade lalu.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
