Minggu, 11 Februari 2024 14:02

Warga Protes, Polisi Diminta Hentikan Tambang Galian C di Lembang Lea Tator

Tambang galian C di Lembang Lea Tator.
Tambang galian C di Lembang Lea Tator.

Ia menyebutkan, penambangan galian C memiliki risiko pada ekosistem alam yang lebih tinggi dari pada sistem penambangan yang lain.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembang Lea, Tana Toraja, Masak Rante mendesak kepolisian turun tangan menghentikan aktivitas tambang galian C di wilayahnya. Masak Rante menyebut, eksplorasi tambang di Lembang Lea telah menimbulkan banyak dampak sosial.

"Saya mau tegaskan bahwa tambang galian C di sini sudah saya tolak dari awal. Karena jelas menimbulkan kerusakan lingkungan yang luar biasa," tegas Marak Rante kepada PEDOMANMEDIA, Minggu (11/2/2024).

Kata Rante, kerusakan ekosistem alam di Lembang Lea terjadi dalam setahun terakhir. Ia mengemukakan, masyarakat telah melayangkan protes ke kecamatan hingga dinas terkait, namun tak disikapi.

Baca Juga

Pemilik tambang juga menolak menghentikan aktivitas. Menurut Rante, pemilik tambang mengaku mengantongi izin.

"Mereka mengaku punya izin. Sementara saya tidak pernah tahu soal izin-izin yang mereka punya. Saya tidak tahu siapa yang terbitkan. Karenanya, saya minta izin mereka diperiksa," tandas Masak Rante.

Kata Rante, kepolisian harus turun tangan menghentikan aktivitas tambang di wilayahnya.

"Polisi harus turun tangan. Kalau ini tak disikapi saya khawatir kerusakannya akan makin meluas," tandasnya.

Sementara itu pemilik tambang di Lembang Lea, Prianto Soma' mengklaim telah memiliki izin. Ia menantang Kapala Lembang melaporkan dirinya ke kepolisian.

"Tanya Pak Lembang kalau mau lihat izin silakan datang di rumah. Memang sekarang sementara perpanjangan. Silakan laporkan kalau mau, saya tidak takut," ungkap Prianto Soma'.

Sementara Anggota TKPSDA Saddang Bidang Konservasi, Toto mengatakan, dampak dari maraknya tambang galian C di Kabupaten Tana Toraja sudah sangat serius. Terjadi banyak kerusakan lingkungan akibat eksplorasi yang tidak tertib.

"Sehingga harus diimbangi dengan perlindungan terhadap ekosistem alam di sekitar wilayah penambangan seperti pertambangan mineral bukan logam dan batuan di Tana Toraja," Katanya.

Ia menyebutkan, penambangan galian C memiliki risiko pada ekosistem alam yang lebih tinggi dari pada sistem penambangan yang lain. Karena menggunakan Sistem penambangan terbuka.

"Makanya saya juga mendesak aparat penegak hukum menindak tegas para pelaku tambang galian C yang merusak lingkungan. Kalau ini dibiarkan akan terjadi kerusakan di masa depan," beber Toto.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#tambang tator
Berikan Komentar Anda