JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespons fenomena kelangkaan beras dalam sebulan terakhir. Kepala Negara menyebut, stok beras masih sangat mencukupi, namun terjadi gangguan pada rantai distribusi.
"Di Bulog stok beras cukup. Tapi memang terjadi gangguan pada distribusi," jelas Jokowi usai nyoblos di TPS 10, Gedung LAN, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024).
Menurutnya, gangguan rantai distribusi bisa terjadi dengan berbagai faktor. Mulai dari faktor alam, dan juga yang berkaitan dengan pembenahan sistem penyaluran.
"Di Demak kemarin distribusi terganggu karena banjir. Tetapi tidak ada masalah serius. Bukan kelangkaan yang serius," ungkap Jokowi usai nyoblos di TPS 10, Gedung LAN, Jakarta Pusat, Rabu (14/2/2024).
Jokowi menjamin stok beras medium maupun premium di Bulog relatif stabil. Ia meminta masyarakat tak perlu panik.
"Jadi nda usah khawatir. Masyarakat jangan panik. Kita sudah antisipasi jelang Ramadan. Kemudian juga beras baik yang medium dan premium juga di Bulog selalu siap dan selalu ada stoknya. Ini tak perlu dikhawatirkan," ujar Jokowi.
Kelangkaan beras dilaporkan terjadi pada dua pekan terakhir. Awalnya kelangkaan disebut dampak dari pembagian bansos oleh pemerintah.
BERITA TERKAIT
-
Thomas Djiwandono jadi Wamen Keuangan, Sudaryono Wamen Pertanian
-
Jokowi Sentil Perizinan di Instansi Pemerintah: Sama Saja, Urusnya Ruwet
-
Jokowi Libatkan BPK Menuju Transisi Pemerintahan: Awasi Uang Rakyat!
-
Blusukan ke Pasar Cekkeng Bulukumba, Jokowi Beli Jeruk dan Lombok
-
Hari ini Jokowi ke Bulukumba, akan Blusukan ke Pasar Rakyat Cekkeng