Muh. Syakir : Kamis, 22 Februari 2024 09:52
Presiden Joko Widodo meresmikan IPAL invesment project (sistem pengelolaan air limbah terpadu) Makassar, Kamis (22/02/2024).

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo meresmikan IPAL invesment project (sistem pengelolaan air limbah terpadu) Makassar, Kamis (22/02/2024). Proyek yang dibangun sejak 2019 itu menghabiskan anggaran Rp1,2 triliun.

Peresmian sistem pengelolaan air limbah terpadu di Jalan Metro Tanjung Bunga, Kelurahan Maccini Sombala, Kecamatan Tamalate, Makassar ini dilakukan pada pukul 07.58 Wita. Jokowi didampingi Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, Menteri BUMN Erick Thohir, Komisi 5 DPR RI, Pj Gubernur Sulsel dan Wali kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto.

"Sistem pengelolaan air limbah domestik berpusat di Losari ini sangat penting untuk mengelola air limbah cair, agar ramah lingkungan dan meningkatkan kualitas air tanah dan air baku, serta meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat kita," ujar Jokowi, Kamis (22/02/2024).

Dikatakan Jokowi, sistem pengelolaan air limbah Losari ini dibutuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki perhatian dan kepedulian mengatasi pencemaran lingkungan.

"Sistem pengelolaan air limbah ini kita butuhkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar memiliki perhatian dan kepedulian bersama-sama mengatasi masalah pencemaran lingkungan di kota Makassar," kata Jokowi.

Jokowi mengungkapkan total anggaran yang dihabiskan untuk membangun IPAL Losari dari tahun 2019-2023 ini sebanyak Rp 1,2 triliun. Terbagi dari APBN Rp1,067 triliun, dari ADB Rp672 miliar, dan dari APBD Rp150 miliar.

"IPAL Losari ini dibangun dari tahun 2019-2023 dengan biaya 1,2 triliun rupiah.  dari APBN 1,067 triliun dari ADB 672 miliar, dan dari APBD 150 miliar," ungkap Jokowi.

IPAL Losari berkapasitas 16.000 kubik per hari yang melayani 41.000 kepala keluarga di Makassar.

"Berkapasitas 16.000 meter kubik per hari dengan panjang jaringan perpipaan air limbah sepanjang 96 KM dan bisa melayani 41.000 kepala keluarga," beber Jokowi.

"Saya berpesan agar dengan beroperasinya sistem pengolahan air limbah domestik terpusat ini penanganan air limbah semakin terintegrasi dan kota Makassar semakin bersih, kualitas lingkungan kualitas air tanah kualitas air baku semakin baik dan masyarakat semakin sehat dan produktif. Saya rasa itu yang ingin saya sampaikan dan Dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim pada pagi hari ini, saya resmikan sistem pengelolaan air limbah domestik terpusat Losari, di kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh," tutup Jokowi.

Dirjen Cipta Karya Minta Segera Dioperasikan

Dirjen Cipta Karya, Diana Kusumawati meminta agar IPAL Losari segera dioperasionalkan. Diana menyampaikan pesan dari presiden agar IPAL Losari segera ditetapkan tarifnya oleh Wali Kota Makassar, Kamis (22/02/1024).

"Iya memang ini adalah instalasi pengolahan air limbah terpusat yang paling besar di bagian timur. Memang baru satu saja di wilayah Timur ya di Makassar ini, yang mampu memproduksi 16.000 meter kubik," ujar Dirjen cipta karya, Diana Kusumawati, kepada awak media, Kamis (22/02/2024).

Dikatakan Diana, IPAL Losari ini sangat canggih yang diproses antara perpipaan dengan truk limbah.

"Canggihnya bahwa ini diproses antara perpipaan dan juga dengan yang truk itu dijadikan satu truk di limbah itu, nah itu dijadikan satu dan itu diolah dan setelah diolah selanjutnya diendapkan kemudian bakteri-bakterinya dikumpulkan. Sehingga air yang keluar dari pengolahan ini, keluar menjadi jernih," kata Diana.

Diana pun menunjukkan ikan yang bisa hidup di air hasil pengolahan. Artinya air tersebut jika dibuang ke sungai atau kanal tidak akan membuat pencemaran lingkungan.

"Kita lihat itu ikan bisa hidup dengan air hasil pengolahan, itu artinya kalau itu dibuang ke sungai atau ke kanal itu tidak membuat pencemaran, dan kerusakan lingkungan sehingga itu diharapkan pengolahan air limbah ini menjaga lingkungan itu menjadi lebih bagus dan kesehatan dari masyarakat itu juga menjadi terjaga," ucap Diana.

Diungkapkan Diana, ada beberapa pengolahan air limbah seperti IPAL Losari yang sedang dipersiapkan, yakni di daerah Mataram, Pontianak, Semarang dan daerah lainnya.

"Jangan diminum kalau itu artinya tidak ada bau jernih, kemudian kalau dibuang di sungai atau ke kanal itu tidak mengotori dan di sini kan banyak perumahan airnya kan tidak bau. Sebenarnya memang ada beberapa untuk pengolahan seperti ini yang kita sedang siapkan, untuk di Mataram, kemudian di Pontianak, kemudian di Semarang, dan masih banyak lagi dan mudah-mudahan di kota-kota yang metropolitan kota besar seharusnya punya seperti ini," ucapnya.

Kepada awak media, Diana menjelaskan jika presiden Joko Widodo meminta agar IPAL Losari untuk segera dioperasionalkan, dan ditetapkan tarifnya oleh Wali Kota Makassar.

"Yang disampaikan banyak, pak presiden meminta di sini untuk segera dioperasionalkan tarifkan, tarifnya ditetapkan oleh bapak walikota segera kemudian disambung. Kemudian semua rumah menyambung ke sini dengan pipa-pipa itu sehingga ini bisa beroperasi," jelas Diana.

"Karena luasnya kan di sini 16.000 meter kubik, harusnya bisa menyambung 14.000 rumah atau setara dengan 41.000 kepala keluarga, ini kan baru sedikit tapi kalau tidak dimanfaatkan, kan ini sayang banget dan ini pengolahan yang dengan mdbr itu pengolahan yang cukup bagus dan ini juga akan diterapkan di kota-kota lain termasuk IKN," tutup Diana.