MAKASSAR, PEDOMANMEDIA- Direktur Reserse Kriminal Khsusus (Dirkrimsus) Polda Sulsel Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Rauf memastikan tidak ada penimbunan beras usai pihaknya rutin meninjau stabilitas harga di pasar.
Diakui bahwa harga beras sempat melonjak tajam, namun hal ini bukan karena adanya penimbunan. Dari hasil pengecekan satgas pangan Sulsel di lumbung-lumbung beras di setiap kabupaten, tidak ditemukan adanya Itu penimbunan di gudang.
"Kemarin memang ada fenomena harga beras naik. Sudah di cek oleh satgas pangan di semua wilayah, jangan sampai ada penimbunan," ucap Helmi dikonfirmasi wartawan, Selasa siang.
Kenaikan harga kata dia berdasarkan hasil penelusuran tim Satgas Pangan lebih dikarenakan pengaruh masa panen yang banyak patani gagal.
"Justru berkaitan dengan masa panen yang belum masuk. Iya (belum panen). Kalau memang kemudian harga sekarang ini bisa langsung ditanyakan dan dicek langsung di pasar. Tak ada lagi kenaikan harga beras itu, karena hasil komunikasi dengan Bulog itu tetap disalurkan ke pasar," tegasnya.
Helmi menyebut untuk saat ini pihaknya masih terus melakukan operasi demi mencegah adanya oknum tidak bertanggung jawab yang melakukan penimbunan beras.
"Satgas pangan itu bertanggung jawab untuk memastikan bahwa tidak ada yang bermain dengan memanfaatkan beras untuk mengangkat nilai. Kalau ada yang berani bermain itu, pasti kita tindak," tandasnya.
Harga beras di sejumlah pasar besar di Kota Makassar, perlahan kembali normal jelang bulan suci ramadan.
Salah satunya di Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar, Sulsel, pada Kamis (29/2/2024) siang.
Salah satu pedagang beras yakni Daeng Nambung (36) mengatakan, harga beras menurutnya masih normal. Bahkan jenis beras premium mengalami penurunan.
Diketahui, harga beras jenis medium di Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng mencapai Rp 14.000 per kilogram.
Sedangkan, harga beras jenis premium mengalami penurunan yakni Rp 16.000 per kilogram dibandingkan beberapa hari lalu yang tembus mencapai Rp 17.000 per kilogram.
BERITA TERKAIT
-
Wanita di Takalar Dibunuh Perampok, Emas 30 Gram Digasak
-
Lusa, Laksus Laporkan Dugaan Mark-up Pengadaan Internet Pemkab Tator ke Polda Sulsel
-
Telan Rp6 M, Laksus Minta Polda Sulsel Usut Dugaan Mark-up Pengadaan Internet di Pemkab Tator
-
PLN UIP Sulawesi-Polda Sulsel Siap Kolaborasi Dukung Proyek Strategis Nasional
-
Aktivis: Polda Sulsel Harus Tangkap Owen