JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Perolehan suara PPP di Sirekap KPU mengalami penurunan saat jumlah TPS yang diinput bertambah. PPP mengaku khawatir ada anomali yang bisa merugikan mereka.
Wakil Ketua Bappilu DPP PPP Achmad Baidowi (Awiek) menilai ada keanehan saat jumlah TPS yang diinput bertambah, justru suara PPP mengalami penurunan. Sementara ada parpol yang justru naik signifikan.
"Iya ini hal yang sangat aneh. Karena itu kami minta kader terus mengawal suara partai. Jangan sampai kita menjadi pihak yang dirugikan," terang Awiek.
Awiek menegaskan Sirekap KPU hanyalah alat bantu dan tidak mengikat secara hukum terkait penghitungan suara. Meski demikian, Awiek menegaskan anomali di Sirekap KPU harus disikapi dengan menjaga suara PPP.
"Sesuai UU 7/2017 tentang Pemilu Pasal 393 bahwa hasil resmi pemilu adalah hasil penghitungan secara berjenjang yang disaksikan oleh semua saksi parpol. Adapun sirekap KPU hanyalah alat bantu yang tidak mengikat secara hukum sehingga bisa diabaikan," kata Awiek
Awiek lantas bicara anomali yang terjadi pada Sirekap dalam dua hari terakhir. Dia menyebut terjadi penurunan suara PPP saat jumlah TPS yang diinput bertambah.
"Dalam dua hari terakhir terjadi anomali di Sirekap yang sudah mencapai 65%. Anomali terlihat dari penurunan suara dari PPP sementara jumlah TPS yang diinput bertambah. Hal ini berpengaruh terhadap angka prosentase suara PPP di Sirekap. Sementara ada satu parpol yang mengalami kenaikan signifikan," ucapnya.
Padahal, kata Awiek, suara PPP sampai saat ini sudah melebihi ambang batas 4 persen. Karena itu lah, dia meminta agar jajaran PPP se-Indonesia mengawal suara PPP.
"Jika melihat hasil C salinan yang masuk di database Bappilu DPP PPP, suara PPP sudah melebihi ambang batas 4%. Karena itu kami minta semua kader PPP seluruh tingkatan untk mengawal suara PPP jangan sampai hilang ataupun migrasi ke partai tertentu," ujar dia.
BERITA TERKAIT
-
Mencuat Lagi, KPU Tator Diduga Terbitkan DPTB Palsu di Pileg 2024
-
Sidang Sengketa Pileg 2024 Dimulai Hari ini, Begini Persiapan KPU RI
-
PERSPEKTIF: Samsir, 15 Tahun jadi Jurnalis, Kini ke Parlemen Bulukumba
-
Tak Capai Target di Pileg, Partai Gelora Evaluasi Total Usai Lebaran
-
Usai Gagal ke Senayan, PPP Akui Jajaki Gabung Koalisi Prabowo