KPK Ikut Turun, ini Fakta-fakta RS Batua yang Sudah 2 Tahun Mangkrak
Tiga pekan setelah kedatangan KPK, Polda Sulsel turut meninjau lokasi dan menemukan ketimpangan dalam konstruksi bangunan di RS Batua.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memberi perhatian terhadap proyek RS Batua Makassar yang mangkrak sejak dua tahun. Berikut ini fakta fakta RS Batua yang membuat KPK turut atensi.
1. RS Batua digulirkan tahun 2018 dengan pagu anggaran Rp25 miliar.
2. Tahun 2019 proyek ini mangkrak setelah pada Desember 2018 anggaran tahap pertama dicairkan.
3. Sejumlah pihak telah diperiksa oleh Polda Sulsel terkait dugaan korupsi dalam proyek tersebut
4. Penyelidikan hampir setahun lebih di Polda Sulsel belum menunjukkan perkembangan berarti.
5. Desember 2020 KPK meninjau lokasi RS Batua di Jalan Abdullah dg Sirua dan menemukan beberapa indikasi ketidaksesuain konstruksi.
6. Tiga pekan setelah kedatangan KPK, Polda Sulsel meninjau lokasin dan turut menemukan ketimpangan dalam konstruksi bangunan.
7. Polda Sulsel akan menunggu hasil audit BPK untuk selanjutnya menetapkan tersangka.
8. BPK akan turun hari ini dan memulai audit.
Sehari sebelumnya Lembaga Anti Korupsi Sulsel (Laksus) menyampaikan, proyek RS Batua akan sampai pada menetapkan tersangka dalam waktu yang tak terlalu lama. Kasus ini memungkinkan menyeret banyak pejabat Pemkot Makassar.
"Karena sebenarnya sudah jelas siapa yang bertanggung jawab di sini. Kita tinggal menunggu penyidik bekerja. Saya kira nda akan lama," terang Direktur Laksus Muh Ansar kepada PEDOMANMEDIA, Rabu (20/1/2021).
Menurut Ansar, progres kasus ini berjalan. Atensi Polda Sulsel sangat besar. Kata dia penyidik sudah menggali sangat jauh siapa yang bertanggung jawab di dalamnya.
"Itu semua sudah terang. Mulai dari konsultannya siapa, kontraktornya sampai pejabat pejabat di internal dinas (Dinkes Makassar)," papar Ansar.
Ansar menjelaskan, banyak persoalan di RS Batua yang digali penyidik. Selain dugaan kerugian negara sekitar Rp7 miliar, juga ada penyimpangan sisi administrasi. Termasuk, kesalahan konstruksi pada bangunan.
"Ada kesalahan fatal pada konstruksi bangunan. Jadi memang memungkinkan bangunan itu nanti dirobohkan karena tidak layak dilanjutkan," urainya
Direktorat Reskrimsus Polda Sulsel menyatakan banyak kejanggalan dalam proyek RS Batua Makassar. Penyidik akan menunggu hasil audit BPK sebelum menetapkan tersangka.
"Kita tunggu audit teman-teman BPK. Karena itukan ranah mereka. Kalau ada hasil kerugian negara baru kita tetapkan tersangka," ujar Ditreskrimsus Polda Sulsel
Kombes Pol Widony Fedri.
Widony menyebutkan banyak ketidaksesuaian kondisi bangunan di lapangan. Dari pengamatan pihaknya, memungkinkan adanya kesalahan pada konstruksi.
"Ada kejanggalan dalam konstruksi ini. Saya melihat kondisi di sini memang banyak kekurangan," ujarnya.
Disebutkan Widony, secara konstruksi memang terlihat janggal. Ada dinding bangunan yang tidak kuat dan beberapa tiang penyangga yang bengkok.
Di dinding lantai basemen juga ada getaran. Kualitas beton terlalu tipis. Tangga juga tidak memenuhi standar layak. Semua itu menjadi parameter awal adanya penyimpangan.
BPK rencananya akan meninjau lokasi proyek pada 21Januari hari ini. Hasil peninjauan ini bagian dari audit yang akan dilakukan. Jika ditemukan ada penyimpangan yang mengarah pada kerugian negara maka prosesnya akan ditangani Polda Sulsel.
Ditanya soal kemungkinan penetapan tersangka dalam waktu dekat, Widony menolak merinci terlalu jauh. Menurutnya, prosesnya akan sampai ke sana setelah ada hasil audit dan ditemukan kerugian negara.
