Kadisdik Jabar Buka O2SN Pendidikan Khusus, Berikan Motivasi Guru SLB
Kadisdik berpesan agar senantiasa menghormati guru dan orang tua sebagai bagian penting dalam perjalanan meraih kesuksesan.
BANDUNG, PEDOMANMEDIA - Semangat, motivasi, dan gotong royong menjadi pesan utama yang disampaikan Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat (Jabar), Purwanto saat membuka Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 di Lapangan Olahraga Pajajaran, Kota Bandung, Selasa (23/6/26).
Kadisdik menegaskan, semangat merupakan modal utama untuk meraih prestasi, termasuk bagi peserta didik pendidikan khusus yang memiliki berbagai keistimewaan dan potensi luar biasa.
"Meskipun pelaksanaan tahun ini berlangsung lebih sederhana, semangat kita tidak boleh berkurang. Sejak dulu, modal utama kita adalah semangat, motivasi, dan gotong royong. Dengan semangat yang kuat, kita bisa melakukan hal-hal luar biasa," ujarnya.
Kadisdik juga mengapresiasi dedikasi para guru dan kepala SLB yang selama ini mendampingi peserta didik untuk terus berkembang dan berprestasi.
"Saya tahu guru dan kepala sekolah di SLB mampu menghadapi berbagai tantangan yang sering kali tidak diprediksi oleh kebanyakan orang. Dengan kesabaran dan ketulusan, mereka mampu melakukan hal-hal luar biasa bagi peserta didik," tuturnya.
Menurutnya, lingkungan pendidikan khusus di Jawa Barat terus menunjukkan perkembangan yang membanggakan. Berbagai inovasi yang hadir di sekolah-sekolah menjadi bukti bahwa peserta didik pendidikan khusus memiliki ruang yang luas untuk tumbuh, berkarya, dan menunjukkan kemampuannya.
Di hadapan para peserta, Kadisdik berpesan agar senantiasa menghormati guru dan orang tua sebagai bagian penting dalam perjalanan meraih kesuksesan.
"Kalian adalah anak-anak hebat yang memiliki keistimewaan. Hormatilah guru dan orang tua karena melalui doa, bimbingan, dan rida merekalah jalan menuju kemuliaan akan terbuka," pesannya.
Sementara itu, Ketua Pelaksana yang juga Kepala Bidang Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKPLK) Disdik Jabar, Ai Nurhasan menjelaskan, O2SN Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 mempertandingkan tujuh cabang olahraga. Yaitu, lari 100 meter putra, kursi balap 100 meter putra, atletik lompat jauh putri, bulu tangkis, bocce, catur, dan tenis meja.
Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi wadah bagi peserta didik pendidikan khusus untuk mengembangkan minat dan bakat, sekaligus menunjukkan kemampuan terbaiknya setelah melalui proses pembinaan di tingkat kabupaten dan kota.
"Melalui O2SN, peserta didik tidak hanya berkompetisi, tetapi juga belajar menumbuhkan sportivitas, disiplin, dan kemandirian. Dari ajang ini pula akan lahir atlet-atlet terbaik yang dipersiapkan untuk mewakili Jawa Barat di tingkat nasional," jelasnya.
Pelaksanaan lomba tersebar di beberapa lokasi. Cabang tenis meja dilaksanakan di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Disdik Jabar, sedangkan bulu tangkis dan catur digelar di SLB Negeri Cicendo.
Ai menambahkan, prestasi yang diraih kontingen Jabar pada penyelenggaraan O2SN tingkat nasional sebelumnya menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan peserta didik pendidikan khusus di bidang olahraga.
O2SN Pendidikan Khusus Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 diikuti peserta didik pendidikan khusus dari kabupaten dan kota se-Jawa Barat. Selain menjadi ajang kompetisi, kegiatan ini juga menjadi ruang untuk menunjukkan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi dan menginspirasi.
Penulis : Bobi
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
