Muh. Syakir : Sabtu, 23 Januari 2021 06:57
Joe Biden

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kebijakan ekonomi Presiden AS Joe Biden diprediksi tak begitu signifikan terhadap upaya pemulihan ekonomi Asia. Kebijakan AS masih akan berkutat pada pendekatan politik militeristik.

"Indonesia tak bisa mengambil banyak keuntungan dari sana. Ekonomi kita tidak akan banyak dipengaruhi oleh kebijakan politik luar negari AS," terang April Amanda, peneliti ekonomi global, Jumat (22/1/2021).

Menurut April, sebenarnya semua pemimpin AS punya patron ekonomi global yang identik secara konseptual. Pendekatan mereka selalu bermuara pada kacamata militeristik.

Jadi ukuran keberhasilan AS adalah monopoli ekonomi dan militer global. Karena kata April, perang datang AS dan China belum akan berhenti di era Biden.

"AS punya kepentingan untuk menjadi penguasa ekonomi dunia. Sehingga kebijakan kebijakan globalnya akan sangat tergantung apakah itu menguntungkan mereka atau tidak. China tentu tetap jadi kompetitor utama. Biden tentu akan berupaya agar Asia tidak dalam monopoli China," papar April.

Hanya saja, Biden akan banyak bersikap lunak di tahun pertama pemerintahannya. Ini karena beberapa faktor. Pertama, karena ekonomi AS masih terpukul akibat pandemi. Kedua, Biden sedang membangun citra baru sebagai pemimpin bersahaja.

Pengamat ekonomi Nursyam Surhadi, dalam tulisan di blog pribadinya menggambarkannya berbeda. Kata dia, Biden bakal memberi sentuhan berbeda pada pendekatan kerja sama ekonomi dengan negara-negara di Asia. Indonesia bisa mengambil keuntungan dari kebijakan Biden yang dinilai cukup longgar itu.

"Pendekatan ekonomi Biden dan Trump itu berbeda dalam kultur psikologi. Biden akan lebih condong memberi ruang pada Asia," terang dia.

Nursyam menulis, Biden berpeluang membuka hubungan yang lebih hangat dengan China. Persaingan dagang dua negara tetap akan berlanjut tetapi pendekatan AS akan berubah lebih bersahaja.

"Kebijakan ini akan banyak memengaruhi upaya pemulihan ekonomi Asia. Indonesia bisa ikut mengambil keuntungan lewat peran aktif dalam hubungan dagang," paparnya.

Seperti Nursyam, beberapa ekonom sudah memprediksi ekonomi Indonesia jika akhirnya Biden memimpin. Fakhira Sunanjati, peneliti ekonomi mengatakan, akan ada perubahan besar pada konsepsi ekonomi AS jika Biden berkuasa. Biden kemungkinan akan mencoba menancapkan pengaruh di Asia dan negara-negara pendukung AS.

"Biden punya konsep global yang lebih harmonis. Akan ada beberapa program ekonomi yang menyentuh ke negara-negara berkembang," jelas Fakhira.

Akan tetapi konsep dasar AS dalam mempertahankan reputasi sebagai negara adikuasa tak akan berubah di tangan Biden. Ia tetap akan memberi prioritas pada sistem pertahanan dan militer.

Sehingga kata Fakhira, AS akan memberi tekanan dan mengontrol ekonomi dunia lewat pendekatan-pendekatan militeristik. Menurut dia, ekonomi dunia masih akan bergantung pada pasang surut hubungan AS dengan Rusia dan China.

Tapi dari sisi investasi, Biden masih tanda tanya. Apakah dia akan memberi prioritas pada investasi industrialisasi di Asia atau tidak. Kata Fakhirah, jika dia melihat kebangkitan ekonomi Asia sebagai sesuatu yang menguntungkan AS maka memungkinkan keran itu ia buka lebar-lebar.

"Tapi itu akan tergambar pada pola kebijakan Biden nanti. Apakah dia punya orientasi pada Asia atau tidak," katanya.