TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembang (Kalem) Balla Markus Radha dilematis menyikapi rencana eksplorasi tambang panas bumi di wilayahnya. Ia mengaku tak bisa menolak karena ini bagian dari program pemerintah.
"Kalau tanggapan saya karena ini lanjutan penelitian 2009, 2010, 2014, secara pribadi dalam struktur pemerintahan saya tidak bisa menolak karena ini perintah negara, dan program negara," kata Markus, Sabtu (22/1/2021).
Markus Radha mengatakan belum bisa terlalu banyak berkomentar mengenai proyek itu. Karena tambang ini baru masuk dalam tahapan survei dan kajian.
"Saya tidak bisa terlalu banyak berkomentar dulu karena ini baru tahap penelitian, tahap kajian, tahap survei kita tidak bisa memberikan respons yang berlebihan dulu," ungkapnya.
Menurutnya, nanti akan ada pertemuan dengan masyarakat Lembang Balla untuk membicarakan explorasinya. Dalam pertemuan itu akan dibahas bagaimana respons masyarakat dan proyeksi ke depan.
"Nanti kan kita adakan pertemuan dan kita sosialisasikan dampak-dampaknya ketika sudah ada eksplorasinya nanti," kata Markus Radha.
Dikatakannya, tahapan ekspolrasi itu memerlukan perbaikan infrastruktur yang di dalamnya ada lahan warga. Sehingga perlu duduk bersama dengan masyarakat untuk membicarakan hal ini.
"Tapi ini kan masih tahap survei /tahap penelitian sebagai lanjutan dari program-program pemerintah sebelumnya," bebernya.
BERITA TERKAIT
-
Terungkap, Lokasi Pembangunan Tambang Panas Bumi di Tator Masuk Kawasan Konservasi
-
Soal Kisruh Tambang di Tator, Kalem Balla Diduga Keluarkan Izin Sembunyi-sembunyi
-
Demo Tolak Tambang, Warga Balla Tator Ancam Duduki Kantor Bupati
-
Tak Ingin Seperti Lapindo, Masyarakat Lembang Balla Tolak Explorasi Tambang di Tator