Mantan Aktivis 98: Sulsel Butuh Gubernur Berpengalaman, Bukan Hanya Sekedar Wali Kota
Mustamin menyebut jika memimpin sebuah Provinsi sangat berbeda dengan memimpin Kota.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Politisi Demokrat Sulsel yang juga mantan aktivis 98, Andi Mustamin Patawari Philip menilai bahwa calon Gubernur Sulsel harus memiliki pengalaman yang setara dengan jabatan Gubernur, bukan hanya sekedar Wali Kota.
Mustamin membandingkan antara Andi Sudirman Sulaiman, mantan Gubernur Sulsel, dan Moh Ramdhan "Danny" Pomanto, Walikota Makassar.
Dikatakannya jika orang yang pernah menjadi Gubernur tidak bisa dibandingkan dengan yang hanya menjabat Wali Kota, dua jabatan tersebut sangat jauh berbeda.
"Andi Sudirman Sulaiman pernah jadi gubernur, tentu saja tidak layak dibandingkan dengan Danny yang hanya memimpin kota," ujar Mustamin, Jumat (13/9/2024).
Bagi dia memimpin sebuah Provinsi sangat berbeda dengan memimpin Kota. Permasalahan yang dihadapi jauh lebih kompleks karena mencakup masyarakat yang lebih luas.
Untuk itu ditegaskannya lebih tepat jika memilih sosok calon Gubernur dengan pengalaman yang sama, bukan level di bawahnya. Sebab pengalaman sangat dibutuhkan.
"Ini urusannya adalah masyarakat Sulsel dengan permasalahan yang berbeda-beda di 24 Kabupaten Kota yang ada. Bukan masalah yang ada di lorong-lorong saja. Makanya dibutuhkan pengalaman sekelas gubernur seperti yang dimiliki Andi Sudirman," cetusnya..
Terlebih lagi dibeberkan Mustamin pengalaman Andi Sudirman selama menjabat Gubernur Sulsel tidak perlu diragukan. Sekalipun hanya hampir tiga tahun lamanya 2021-2023, namun prestasi yang ditorehkan begitu luar biasa.
Berkat kepemimpinannya Sulsel terus maju, terutama dari sisi pembangunan infrastruktur yang salah satunya mencatat peningkatan kemantapan jalan Provinsi hingga 1.500 kilometer panjangnya.
Pembangunan jalan itu diantaranya, Ruas Takkalasi-Bainange- Lawo di Soppeng dan Barru, Ruas Sabbang-Tallang di Luwu Utara, dan Ruas Ussu-Nuha-Beteleme-Batas Provinsi Sulteng di Lutim.
Lalu Ruas Pasobbo-Matangli-Massupu di Tana Toraja, Ruas Massupu- Batas Pinrang, Ruas Rantepao-Sa'dan-Batusitanduk, dan Ruas Rantepao-Pangalla-Batas Sulbar.
Kemudian telah dilakukan juga pembangunan jalan Ruas Palampang-Munte-Bontolempangan di Sinjai, Ruas Tanabau-Ngapaloka-Patumbukang di Kepulauan Selayar, serta Ruas Tuppu-Pao-Pamulungan-Batas Kabupaten Toraja di Pinrang.
Tidak hanya pembangunan infrastruktur, sektor lain yang manfaatnya telah dirasakan langsung masyarakat Sulsel juga ada banyak.
Sektor pertanian dan perkebunan misalnya. Selama hampir tiga tahun Andi Sudirman menjabat Gubernur, sebanyak 15.464.180 bantuan pohon atau bibit kakao telah diberikan kepada para petani di berbagai daerah di Sulsel.
Begitupun dengan bantuan bibit komoditas unggulan lainnya, seperti kopi, pala, kelapa, dan sebagainya. Dimana semua tersalurkan dengan baik kepada para petani yang membutuhkan.
Belum lagi bicara soal pertumbuhan ekonomi, dimana di era Andi Sudirman selalu tumbuh positif. Bahkan sempat mencatatkan tertinggi ke-7 di Indonesia mengalahkan pertumbuhan nasional pada 2021.
Sepanjang 2021 Sulsel mencatatkan pertumbuhan mencapai 4,65 persen, melebihi pertumbuhan nasional yang hanya 3,69 persen.
Lalu secara kumulatif selama tahun 2022 terhadap tahun 2021 kembali mencatatkan pertumbuhan sebesar 5,09 persen. Kemudian berlanjut selama tahun 2023 mencatatkan pertumbuhan sebesar 4,51 persen.
"Nah pengalaman dan capaian prestasi itu saja tidak mungkin disamakan dengan apa yang dicapai Danny sebagai walikota. Karena memang berbeda antara memimpin provinsi dan kota, kalau urus lorong saja sulit, bagaimana mau pimpin Sulsel," pungkas Mustamin.
