Kamis, 28 Januari 2021 09:35

Ekonomi Masih Terseok-seok, Sri Mulyani Minta Lagi Rp76 Triliun

Ilustrasi (INT)
Ilustrasi (INT)

Ini kebutuhan cukup mendesak. Pertama karena Corona belum pulih. Kedua sektor sektor ekonomi butuh banyak dukungan pemerintah.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Program pemulihan ekonomi diprediksi butuh waktu hingga kuartal IV 2021. Untuk mendorong percepatan semua sektor, pemerintah akan kembali menggelontorkan stimulus.

Salah satunya yang diajukan Menkeu Sri Mulyani Indrawati. Menkeu mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp76 triliun.

"Ini kebutuhan cukup mendesak. Pertama karena Corona belum pulih. Kedua sektor sektor ekonomi butuh banyak dukungan pemerintah," terang Menkeu, Rabu (27/1/2021).

Baca Juga

Menkeu mengatakan, kebutuhan mendesak ini ada di semua sektor. Sektor kesehatan mendominasi dengan nilai Rp14,6 triliun. Yang meliputi penanganan pasien Corona yang meningkat sejak akhir 2020.

Selain itu untuk perlindungan sosial Rp36,6 triliun meliputi tambahan program pra kerja, diskon listrik, bantuan kuota internet bagi pelajar dan pengajar, serta tambahan bansos tunai. Termasuk sektor UMKM dan restrukturisasi dunia usaha Rp 25,5 triliun.

Menkeu mengatakan, UMKM menerima kontraksi paling hebat selama pandemi. Lebih dari 300.000 UMKM terdampak sejak April 2020 lalu. Hingga kini hanya sekitar 20 persen yang bisa bangkit.

Gubernur Sulsel Nurdin Abdullah mengataknan, sektor-sektor pembangunan seperti infrastruktur, ekonomi dan investasi sedang dalam masa transisi. Namun diharapkan segera pulih dalam satu tahun ke depan.

NA mengakui resesi sejak Oktober lalu memberi kontraksi cukup hebat pada ekonomi daerah. Namun, iklim investasi berpeluang diperbaiki di 2021.

Menurut NA, pada beberapa sektor, Sulsel menunjukkan performa cukup apik. Terutama karena bisa mempertahankan angka pertumbuhan ekonomi, di saat pertumbuhan ekonomi nasional jatuh di bawah minus 5.

Menurutnya yang menjadi fokus saat ini bagaimana memulihkan UMKM. Sebagai penyangga krisis, UMKM harus dibangkitkan kembali setelah mengalami keterpurukan akibat pembatasan sosial selama 2020.

2020 menjadi tahun kejatuhan ekonomi nasional. Indonesia akhirnya resmi jatuh dalam resesi pada November silam.

Pertumbuhan ekonomi ada di angka minus 3,49%. Meski ada kenaikan dibanding kuartal kedua yang berada di angka minus 5%, namun ini tak menyelamatkan RI dari jurang resesi.

Editor : Muh. Syakir
#Menkeu Sri Mulyani #Ekonomi Nasional #Corona
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer