Minggu, 07 Juli 2024 20:18

Pemprov Sulbar Studi Inovasi Penangkaran Ikan Sidat di Wajo

Studi tiru penangkaran ikan Sidat di Wajo. (Foto: IST)
Studi tiru penangkaran ikan Sidat di Wajo. (Foto: IST)

Langkah ini bertujuan meningkatkan ekonomi nelayan melalui komoditas ekspor berpotensi tinggi.

WAJO, PEDOMANMEDIA - Pemerintah Provinsi Sulawesi Barat melanjutkan Studi Karya Inovasi mereka di hari kelima dengan mengunjungi penangkaran ikan sidat di Abbanuange, Kecamatan Pammana, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan, pada Sabtu (7/03/2024). 

Penangkaran ini dikelola oleh warga setempat, H. Malla dan menjadi pusat pembelian ikan sidat hidup dari nelayan di wilayah sekitar, seperti Sidrap, Bone, dan Soppeng.

“Ini adalah jenis kualitas ekspor dan memiliki protein tinggi," kata Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin.

Baca Juga

Harganya mencapai 100 ribu perkilo, sementara setiap ekor mampu mencapai berat 5-6 kilo.

Bahtiar mendatangi penangkaran ini karena ada kemiripan dengan daerah di Sulawesi Barat. Namun, warga di sana masih menjualnya dengan harga yang masih sangat murah.

“Saya datang di daerah yang mana satu satunya di pulau Sulawesi yang mempunyai komunitas nelayan tangkap ikan sidat yang orang Bugis dan Mandar sebutnya Massapi,” ujar Bahtiar.

Ikan ini banyak diminati oleh warga negara maju seperti China, Jepang, Singapura, serta negara Asia lainnya. Namun, hewan laut ini sangat sulit untuk didapatkan.

Di Sulawesi ada lima jenis ikan sidat, yaitu Anguilla marmorata, Anguilla celebesensis, Anguilla borneensis, Anguilla bicolor pacifica dan Anguilla interioris. Permintaan jenis ini banyak di konsumsi di Amerika, Eropa, Jepang, Hongkong Taiwan dan China.

Bahtiar mengklaim bahwa Sulbar menjadi tempat hidup ikan sidat. Namun masih perlu dukungan dari pemerintah. 

“Selama ini, kan, ambilnya melalui memancing. Nah, di sini rupanya tidak memancing lagi, mereka punya alat. Sehingga, masyarakat Sulbar dapat mengadopsi,” ucapnya.

Penulis : Nober Salamba
Editor : Redaksi
#Pemprov Sulbar
Berikan Komentar Anda