Senin, 01 Februari 2021 09:21

Hari ini Harga Rokok Mulai Naik

Ilustrasi (INT)
Ilustrasi (INT)

CHT naik 12,5 persen. Sementara harga rokok per batang naik bervariasi berdasarkan golongan. Kenaikan ada di angka 12,5 persen hingga 18 persen.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kenaikan cukai hasil tembakau (CHT) efektif berlaku hari ini, 1 Februari. Kenaikan CHT akan diikuti oleh kenaikan harga rokok.

Kenaikan harga rokok mulai hari ini sudah diumumkan pemerintah sejak Desember lalu. CHT ditetapkan naik 12,5 persen. Sementara harga rokok per batang naik bervariasi berdasarkan golongan. Kenaikan ada di angka 12,5 persen hingga 18 persen.

Salah satu alasan pemerintah menaikkan harga rokok agar tak terbeli. Dengan begitu angka prevalensi perokok anak dan perempuan bisa ditekan.

Baca Juga

Menkeu Sri Mulyani Indrawati beberapa waktu lalu mengungkapkan saat ini prevalensi merokok untuk anak-anak usia 10-18 tahun akan diturunkan sesuai dengan RPJMN menjadi 8,7% pada 2024. Kenaikan cukai hasil tembakau ini akan menyebabkan rokok jadi lebih mahal. Atau affordability indeksnya naik jadi 12,2% jadi 13,7%-14% sehingga makin tidak dapat terbeli.

Kebijakan cukai rokok naik dari sisi kesehatan diharapkan akan mengendalikan konsumsi rokok. Menurunkan prevalensi merokok terutama pada anak anak dan perempuan. Prevalensi merokok secara umum dari 33,8% jadi 33,2% pada 2021.

Sementara itu besaran harga jual eceran rokok di pasaran bakal berbeda-beda. Harganya akan disesuaikan dengan kenaikan tarif cukai dari masing-masing kelompok rokoknya.

Rincian tarif cukai rokok yang naik 12,5%:

1. Sigaret putih mesin Golongan I naik sebesar 18,4%

2. Sigaret putih mesin Golongan 2A naik sebesar 16,5%

3. Sigaret putih mesin Golongan 2B naik sebesar 18,1%

4. Sigaret kretek mesin Golongan 1 naik sebesar 16,9%

5. Sigaret kretek mesin Golongan 2A naik sebesar 13,8%

6. Sigaret kretek mesin golongan 2B naik sebesar 15,4%

7. Sigaret kretek tangan tidak berubah atau tidak naik

 

Editor : Muh. Syakir
#Harga Rokok Naik #CHT Naik di 2021 #Perokok Anak #Menkeu Sri Mulyani
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer