Kamis, 06 Februari 2025 09:32

Polisi Usut Dugaan Korupsi Dana Desa di Lembang Salu Toraja Utara

Mapolres Toraja Utara.
Mapolres Toraja Utara.

Menurut Yosep, beberapa pihak akan diperiksa selanjutnya. Termasuk Kepala Lembang Salu.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Polres Toraja Utara tengah melakukan telaah terhadap dugaan korupsi sejumlah proyek dana desa di Lembang Salu, Kecamatan Sopai, Toraja Utara. Sekretaris Lembang Salu telah diperiksa penyidik.

"Tadi yang saya mintai keterangan baru Sekretarisnya. Nanti kalau ada perkembangannya saya sampaikan. Yang jelas kita sedang mendalami laporan ini," kata Kanit Tipikor Polres Torut Ipda Yosep, Rabu (05/02/2025).

Yosep tak merinci apa yang didalami penyidik dari Sekretaris Lembang Salu. Ia juga tak menjelaskan proyek yang sedang diusut.

Baca Juga

"Baru pemeriksaan awal," katanya.

Menurut Yosep, beberapa pihak akan diperiksa selanjutnya. Termasuk Kepala Lembang Salu.

"Semua kita periksa yang ada kaitannya dengan proyek," imbuhnya.

Sebelumnya, sejumlah proyek yang dibiayai oleh dana desa di Lembang Salu, Kecamatan Sopai, Kabupaten Toraja Utara dilaporkan terindikasi mark up. Pihak lembang juga dilaporkan menyunat gaji kepala dusun.

Kepala Lembang Salu, Yosep Karni Pasongka mengaku tidak mengetahui detail soal proyek di lembangnya. Ia mengaku hanya bertanda tangan.

"Saya tidak tahu menahu mengenai dengan anggaran. Silakan hubungi sekretaris saya karena dia semua yang kendalikan. Saya hanya menyetujui saja. Soal nama-nama kegiatannya saya kurang tahu saya hanya teken," kata Yosep Karni kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (31/1/2025).

Dari laporan warga, diketahui ada sejumlah proyek fisik dan non fisik yang terindikasi mark up. Di antaranya pengadaan benih ikan yang nilainya kurang lebih Rp100 juta.

Kemudian penanganan stunting yang juga dianggarkan ratusan juta dari dana desa. Program ini diduga tak tepat sasaran.

Ditanya soal dugaan mark up, Yosep Karni membantahnya. Menurutnya, penggunaan anggaran dilaporkan secara transparan.

"Semua ada sama bendahara datanya. Jelas itu setiap program kita anggaran sesuai peruntukannya," katanya.

Yosep juga membantah ada pemotongan gaji kepala dusun.

"Itu juga tidak benar. Semua gaji kepala dusun saya sudah bayarkan lunas. Jadi kalau ada yang merasa dipotong gajinya silakan datang di saya. Cuma totalnya saya kurang tahu betul silakan konfirmasi sama bendahara saya," ungkap Yosep Karni.

Sementara itu Sekretaris Lembang Salu Rante Upa' Pasedan membenarkan adanya pemotongan gaji kepala dusun.

"Iya benar ada pemotongan gaji kepala dusun tapi itu untuk PBB mereka yang belum mereka bayar. Karena tugas kepala dusun itu menagih tunggakan PPB warganya," kata Rante Upa' Pasendan.

Saat ditanya mengenai dengan angaran ketahanan pangan, Rante Upa' mengaku tidak tahu.

"Kalau anggaran ketahanan pangan saya sudah lupa berapa total anggarannya. Intinya ratusan juta, kegiatannya itu pengadaan bibit ikan dan bibit sayur, tapi di bendahara datanya nanti saya ambil di bendahara," bebernya.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Korupsi Dana Desa #Polres Torut
Berikan Komentar Anda